Ukraina dan Sekutu NATO Ribut setelah Zelensky Sebut PM Hongaria Pantas Ditampar Kepalanya

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:50 WIB
loading...
Ukraina dan Sekutu NATO...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebut PM Hongaria Viktor Orban pantas untuk ditampar di kepalanya. Komentar ini memicu keributan kedua negara. Foto/Hungary Today
A A A
BUDAPEST - Ukraina dan salah satu anggota NATO; Hongaria, berseteru. Musababnya, Prsiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Perdana Menteri (PM) Hongaria Viktor Orbán pantas mendapatkan tamparan di kepalanya.

Perseteruan ini terjadi ketika Ukraina sedang berperang melawan invasi Rusia.

Meski berstatus sebagai negara NATO, Hongaria di bawah PM Orbán justru memiliki hubungan yang lebih hangat dengan Moskow daripada kebanyakan negara lain di Eropa. Budapest selama ini menyalahkan pejabat Uni Eropa (UE) dan NATO karena memicu dan memperburuk perang Moskow-Kyiv.

Baca Juga: Hongaria Tegur Sekjen Mark Rutte karena Sebut NATO Target Rusia Berikutnya

Kedekatan Budapest dengan Moskow ini wajar karena Hongaria sangat mengandalkan gas murah Rusia.

Presiden Zelensky sebelumnya menyindir Orbán selama pidatonya di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos pekan lalu, dengan mengatakan: "Setiap Viktor yang hidup dari uang Eropa sambil mencoba mengkhianati kepentingan Eropa pantas mendapatkan tamparan di kepala."

Ukraina telah menyerang infrastruktur energi Rusia untuk mengganggu mesin ekonomi perang Moskow, termasuk jalur pipa gas yang digunakan untuk memasok Hongaria, yang meningkatkan ketegangan antara Kyiv dan Budapest. Kyiv juga berupaya mendapatkan jalan cepat menuju keanggotaan Uni Eropa, yang ditentang keras oleh Hongaria, dengan alasan masalah korupsi di Ukraina dan potensi dampak ekonomi negatif.

Orbán saat ini terlibat dalam kampanye pemilu yang ketat dan menghadapi prospek nyata kehilangan kekuasaan. Dia telah sangat menekankan nasionalisme dan statusnya sebagai orang luar di dalam Uni Eropa, membandingkan upayanya untuk kepentingan Hongaria dengan apa yang dia gambarkan sebagai elite yang gemar berperang di Brussels. Dia menuduh Kyiv ikut campur dalam pemilu Hongaria yang merugikannya.

Orban tersinggung dengan pidato Zelensky di Davos. "Kepemimpinan Ukraina telah melewati batas. Kami tidak mencari konflik, namun selama beberapa hari ini Hongaria menjadi sasaran," kata Orbán dalam sebuah unggahan di X, seperti dikutip dari Newsweek, Kamis (29/1/2026).

"Namun demikian, baik ancaman dari presiden, maupun dari menteri luar negeri, maupun dari kelompok militer ekstremis tidak akan menghalangi kami untuk membela kepentingan rakyat Hongaria," lanjut dia.

Orbán mengatakan Hongaria tidak akan mengirim uang ke Ukraina, yang sedang berjuang melawan invasi skala penuh Rusia yang hampir berjalan empat tahun."Karena uang ini lebih baik berada di tangan keluarga Hongaria daripada di kamar mandi seorang oligarki Ukraina," katanya.

Dia juga mengatakan Hongaria tidak akan mengizinkan larangan impor minyak dan gas Rusia, yang telah disetujui Uni Eropa, di mana Budapest adalah anggotanya, untuk dilakukan pada tahun 2027.

Selain itu, Orbán mengatakan dia akan berupaya untuk memblokir aksesi cepat Ukraina ke Uni Eropa—sebuah proses yang menurutnya "menginjak-injak" hukum blok tersebut—karena "itu berarti mengimpor perang juga."

"Selama Hongaria memiliki pemerintahan yang patriotik, keputusan tentang masalah ini tidak akan dibuat di Kyiv dan juga tidak di Brussels," kata Orbán.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha telah membalas Hongaria dalam sebuah unggahan pada 24 Januari di X atas upayanya untuk memblokir keanggotaan Kyiv di Uni Eropa. "Jelas bahwa Uni Eropa adalah wilayah perdamaian. Uni Eropa diciptakan setelah Perang Dunia II untuk mencegah perang lain," kata Sybiha.

"Bergabungnya Ukraina ke Uni Eropa akan membawa perdamaian lebih dekat dan menjamin keamanan serta kemakmuran bagi seluruh Eropa dan seluruh bangsa Hongaria.

"Tetapi bukan itu yang diinginkan [Presiden Rusia Vladimir] Putin. Dia ingin perang berlanjut. Dengan memblokir keanggotaan Ukraina di Uni Eropa, Orbán memenuhi keinginan Putin. Pada saat yang sama, Orbán memblokir pemulihan perdamaian di Eropa dan menjadikan Hongaria sebagai kaki tangan rezim Kremlin."

Dia juga menolak tuduhan bahwa Kyiv ikut campur dalam pemilu Hongaria. "Mengenai pemilihan umum, Anda tidak perlu takut pada Ukraina. Anda harus takut pada rakyat Hongaria, yang lelah dengan kebohongan, kleptokrasi, dan kebencian Anda."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
BNPB: Kebakaran Hutan...
BNPB: Kebakaran Hutan di Banjarbaru Meluas hingga 3,7 Hektare, Tak Ada Korban
Kapal Tanker Raksasa...
Kapal Tanker Raksasa Diserang di Selat Hormuz, Qatar Panggil Diplomat Iran
Rekomendasi
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
Meta Blokir Fungsi Kamera...
Meta Blokir Fungsi Kamera Kacamata Pintar Jika Lampu Privasi Terhalang
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
Berita Terkini
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Infografis
Trump Frustrasi pada...
Trump Frustrasi pada Zelensky: Dia Bisa Kehilangan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved