Iran di Ambang Perang dengan AS, Teheran Sudah Kendalikan Penuh Selat Hormuz
Kamis, 29 Januari 2026 - 08:51 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Iran menolak tunduk pada ancaman Trump. "Jika Trump menyerang lebih dulu, Iran akan memberikan respons yang tepat, bukan respons yang proporsional,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi kepada wartawan.
Gharibabadi menyatakan bahwa respons Iran dapat menargetkan pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut, dan memperingatkan bahwa Israel juga dapat menderita kerugian.
"Iran tidak sedang bernegosiasi dengan AS, dan prioritas utamanya adalah siap 200 persen untuk membela diri,” imbuh dia.
Misi tetap Iran untuk PBB lebih eksplisit dalam respons-nya. “Terakhir kali AS melakukan kesalahan dengan berperang di Afghanistan dan Irak, mereka menghamburkan lebih dari USD7 triliun dan kehilangan lebih dari 7.000 nyawa warga Amerika,” tulis misi terseut dalam sebuah unggahan di X.
“Iran siap untuk dialog berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama—TETAPI JIKA DIPAKSA, MEREKA AKAN MEMBELA DIRI DAN MERESPON SEPERTI BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA!” lanjut unggahan tersebut, meniru gaya bahasa media sosial khas Trump.
Kapal induk USS Abraham Lincoln tiba di Timur Tengah minggu ini, didampingi oleh tiga kapal perusak yang dipersenjatai dengan rudal jelajah Tomahawk. Selain jet tempur siluman F-35C dan F/A-18 yang dibawa oleh USS Abraham Lincoln, AS juga memindahkan jet tempur F-15E Strike Eagle, baterai rudal Patriot, dan sistem pertahanan udara THAAD ke wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Iran telah berulang kali memperingatkan Trump agar tidak melakukan "kesalahan perhitungan apa pun". Pada akhir pekan, IRGC menyatakan bahwa mereka "lebih siap dari sebelumnya, siap menembak" untuk membela negara, dan menjanjikan konsekuensi menyakitkan bagi setiap agresi dari AS atau Israel.
Gharibabadi menyatakan bahwa respons Iran dapat menargetkan pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut, dan memperingatkan bahwa Israel juga dapat menderita kerugian.
"Iran tidak sedang bernegosiasi dengan AS, dan prioritas utamanya adalah siap 200 persen untuk membela diri,” imbuh dia.
Misi tetap Iran untuk PBB lebih eksplisit dalam respons-nya. “Terakhir kali AS melakukan kesalahan dengan berperang di Afghanistan dan Irak, mereka menghamburkan lebih dari USD7 triliun dan kehilangan lebih dari 7.000 nyawa warga Amerika,” tulis misi terseut dalam sebuah unggahan di X.
“Iran siap untuk dialog berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama—TETAPI JIKA DIPAKSA, MEREKA AKAN MEMBELA DIRI DAN MERESPON SEPERTI BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA!” lanjut unggahan tersebut, meniru gaya bahasa media sosial khas Trump.
Kapal induk USS Abraham Lincoln tiba di Timur Tengah minggu ini, didampingi oleh tiga kapal perusak yang dipersenjatai dengan rudal jelajah Tomahawk. Selain jet tempur siluman F-35C dan F/A-18 yang dibawa oleh USS Abraham Lincoln, AS juga memindahkan jet tempur F-15E Strike Eagle, baterai rudal Patriot, dan sistem pertahanan udara THAAD ke wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Iran telah berulang kali memperingatkan Trump agar tidak melakukan "kesalahan perhitungan apa pun". Pada akhir pekan, IRGC menyatakan bahwa mereka "lebih siap dari sebelumnya, siap menembak" untuk membela negara, dan menjanjikan konsekuensi menyakitkan bagi setiap agresi dari AS atau Israel.
(mas)
Lihat Juga :