AS Klaim 20 Negara Lagi Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump, tapi Dirahasiakan
Selasa, 27 Januari 2026 - 11:02 WIB
loading...
A
A
A
Trump mengatakan, "Kita memiliki banyak orang hebat yang ingin bergabung," selama pertemuan dengan Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sisi, yang negaranya telah mengonfirmasi keanggotaannya.
Dia menambahkan bahwa beberapa pemimpin membutuhkan persetujuan parlemen sebelum berkomitmen, sementara negara-negara lain yang tidak diundang sedang berupaya untuk diikutsertakan.
Membela dimasukkannya Presiden Rusia Vladimir Putin dan para pemimpin lainnya, Trump mengatakan dia menginginkan semua orang yang berkuasa dan dapat menyelesaikan pekerjaan.
Beberapa sekutu Eropa menolak berpartisipasi, dengan alasan kekhawatiran atas perluasan mandat dewan dan dampaknya pada sistem internasional berdasarkan Piagam PBB. Inggris juga mengatakan tidak akan menandatangani perjanjian tersebut selama upacara Trump, kata Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper, merujuk pada kekhawatiran atas undangan Putin.
Menurut salinan piagam Dewan Perdamaian yang beredar, negara-negara yang ingin menjadi anggota tetap perlu menyumbang USD1 miliar (lebih dari Rp16 triliun), sementara anggota yang tidak membayar akan menerima mandat tiga tahun. Piagam tersebut juga menetapkan Trump sebagai ketua tetap bahkan setelah meninggalkan jabatannya sebagai presiden AS.
Trump mengaitkan inisiatif ini dengan pendekatannya terhadap Iran dan mengatakan bahwa hal itu berperan dalam mengamankan gencatan senjata Israel-Hamas. "Jika kita tidak melakukan itu, tidak ada peluang untuk mencapai perdamaian," katanya, seperti dikutip NDTV, Selasa (27/1/2026).
Dia menambahkan bahwa beberapa pemimpin membutuhkan persetujuan parlemen sebelum berkomitmen, sementara negara-negara lain yang tidak diundang sedang berupaya untuk diikutsertakan.
Membela dimasukkannya Presiden Rusia Vladimir Putin dan para pemimpin lainnya, Trump mengatakan dia menginginkan semua orang yang berkuasa dan dapat menyelesaikan pekerjaan.
Beberapa sekutu Eropa menolak berpartisipasi, dengan alasan kekhawatiran atas perluasan mandat dewan dan dampaknya pada sistem internasional berdasarkan Piagam PBB. Inggris juga mengatakan tidak akan menandatangani perjanjian tersebut selama upacara Trump, kata Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper, merujuk pada kekhawatiran atas undangan Putin.
Menurut salinan piagam Dewan Perdamaian yang beredar, negara-negara yang ingin menjadi anggota tetap perlu menyumbang USD1 miliar (lebih dari Rp16 triliun), sementara anggota yang tidak membayar akan menerima mandat tiga tahun. Piagam tersebut juga menetapkan Trump sebagai ketua tetap bahkan setelah meninggalkan jabatannya sebagai presiden AS.
Trump mengaitkan inisiatif ini dengan pendekatannya terhadap Iran dan mengatakan bahwa hal itu berperan dalam mengamankan gencatan senjata Israel-Hamas. "Jika kita tidak melakukan itu, tidak ada peluang untuk mencapai perdamaian," katanya, seperti dikutip NDTV, Selasa (27/1/2026).
(mas)
Lihat Juga :