Kapal Induk Ketiga China Mulai Terbentuk untuk Menantang Dominasi AL AS

Kamis, 17 September 2020 - 00:21 WIB
loading...
A A A
Funaiole mengatakan kapal induk Shandong mulai beroperasi pada bulan Desember dan kapal induk ketiga kemungkinan tidak akan siap tempur sampai 2023.

Media pemerintah China melaporkan setelah lambung kapal induk ketiga disegel, kapal itu dapat dimasukkan ke dalam laut segera setelah akhir tahun ini untuk dipasang. Foto-foto perkembangan pembangunan kapal induk ketiga China itu telah bermunculan di media sosial yang memicu kegembiraan warga China penggemar militer. (Baca juga: China Tembakkan Rudal Pembunuh Kapal Induk, Peringatan untuk AS )

Surat kabar Global Times yang hawkish mengatakan foto-foto itu menunjukkan konstruksi kapal induk yang berjalan mulus. Mengutip pakar militer yang tidak disebutkan namanya, media yang dikelola Partai Komunis China itu mengatakan kapal induk ketiga kemungkinan menggunakan teknologi ketapel elektromagnetik.

Selama akhir pekan, seorang pakar terkenal yang berafiliasi dengan Angkatan Laut China, Li Jie, mengatakan kepada sebuah forum di Beijing bahwa China tidak hanya merencanakan kapal induk ketiga tetapi juga kapal induk keempat. Sebagian besar pakar internasional memperkirakan bahwa China bermaksud membangun armada setidaknya enam kapal induk.

Angkatan Laut AS memiliki 11 kapal induk bertenaga nuklir dalam pelayanan dan berencanauntuk memperkenalkan beberapa lagi.

Collin Koh, seorang ahli Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China di Sekolah Studi Internasional S.Rajaratnam di Singapura, mengatakan masih ada perdebatan yang hidup di China mengenai kegunaan kapal induk dalam peperangan modern dan bagaimana mereka akan ditumpuk melawan ancaman yang ditimbulkan oleh kapal selam AS.

Baik pejabat China maupun AS telah mengakui dalam beberapa tahun terakhir bahwa kekuatan berbasis darat China telah meningkat ke titik di mana ia mungkin dapat menahan pasukan AS dari apa yang disebut "rantai pulau pertama" yang mengelilingi China, termasuk Taiwan, Jepang dan Filipina, jika terjadi perang atas Taiwan.

Ketegangan geopolitik di wilayah tersebut menunjukkan bahwa setiap konflik Angkatan Laut yang melibatkan China, seperti atas Taiwan, atau pos terdepan yang disengketakan di Laut China Timur dan Laut China Selatan, kemungkinan besar akan terjadi relatif dekat dengan pantai China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
Permudah Layanan Digital,...
Permudah Layanan Digital, BPJS Kesehatan Luncurkan REHAB 3.0 dan PASTI JKN
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved