Iran Pajang Mural Raksasa Bergambar Kapal Induk dan Jet-jet Tempur AS Hancur Dirudal

Senin, 26 Januari 2026 - 07:12 WIB
loading...
A A A
Protes di Iran dimulai pada 28 Desember, dipicu oleh jatuhnya mata uang Iran, rial, dan dengan cepat menyebar ke seluruh negeri. Protes tersebut disambut dengan penindakan keras oleh rezim teokrasi Iran, yang tidak mentoleransi perbedaan pendapat.

Jumlah korban tewas yang dilaporkan oleh para aktivis terus meningkat sejak berakhirnya demonstrasi, karena informasi terus mengalir meskipun terjadi pemadaman internet selama lebih dari dua minggu—yang paling komprehensif dalam sejarah Iran.

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS pada hari Minggu menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 5.459 orang, dan angka tersebut diperkirakan akan meningkat. Lembaga tersebut mengatakan lebih dari 40.800 orang telah ditangkap.

HRANA memverifikasi angka tersebut dengan mengandalkan jaringan aktivis di Iran. Jumlah korban tewas itu melebihi jumlah kematian dalam protes atau kerusuhan lainnya di negara itu selaama beberapa dekade, dan mengingatkan pada kekacauan yang terjadi selama Revolusi Islam Iran tahun 1979.

Sedangkan Pemerintah Iran menyatakan jumlah korban tewas jauh lebih rendah, yaitu 3.117 orang, dengan rincian 2.427 adalah warga sipil dan pasukan keamanan, dan sisanya disebut sebagai "teroris". Di masa lalu, rezim teokrasi Iran tidak melaporkan korban jiwa akibat kerusuhan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved