4 Fakta Kerusuhan di Minneapolis, Salah Satunya Rakyat AS Sudah Marah Besar

Senin, 26 Januari 2026 - 04:40 WIB
loading...
A A A
Beberapa saat kemudian, seorang petugas mengarahkan pistolnya ke punggung Pretti dan menembakkan empat tembakan berturut-turut. Beberapa tembakan lagi terdengar saat agen lain juga tampak menembak Pretti.

Awalnya, semua agen mundur dari tubuh Pretti di jalan. Beberapa agen kemudian tampak menawarkan bantuan medis kepada Pretti saat ia terbaring di tanah, sementara agen lain menjaga agar orang-orang yang berada di sekitar tidak mendekat.

Sementara itu, dua saksi yang segera mengajukan pernyataan bersumpah di hadapan Pengadilan Distrik AS di Minnesota mengatakan Pretti tidak mengacungkan senjata selama insiden tersebut. Menurut dokumen pengadilan, salah satu saksi, seorang dokter, mengatakan Pretti menderita setidaknya tiga luka tembak di punggungnya.

Kepala polisi Minneapolis, Brian O’Hara, kemudian mengatakan Pretti adalah pemilik senjata api yang sah tanpa catatan kriminal selain pelanggaran lalu lintas.

2. Membunuh Perawat ICU

Anggota keluarga menggambarkan Pretti sebagai pekerja kesehatan yang penuh kasih sayang dan berdedikasi yang marah terhadap pemerintahan Trump.

Pretti bekerja sebagai perawat perawatan intensif di Pusat Medis Urusan Veteran di Minneapolis pada saat kematiannya.

“Kami sangat sedih, tetapi juga sangat marah. Alex adalah jiwa yang baik yang sangat peduli pada keluarga dan teman-temannya, dan juga para veteran Amerika yang ia rawat sebagai perawat ICU,” kata orang tuanya, Michael dan Susan Pretti, dalam sebuah pernyataan yang dirilis kepada media, dilansir Al Jazeera.

Baca Juga: Perundingan Damai Rusia-Ukraina Buntu Tanpa Terobosan, Apa Pemicunya?

Michael Pretti mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa putranya “sangat kesal dengan apa yang terjadi di Minneapolis dan di seluruh Amerika Serikat” dengan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) dan telah ikut serta dalam protes terhadap penggerebekan imigrasi.

“Dia pikir itu mengerikan, Anda tahu, penculikan anak-anak, hanya menangkap orang-orang di jalanan. Dia peduli pada orang-orang itu, dan dia tahu itu salah, jadi dia ikut serta dalam protes,” kata Pretti senior.

Keluarga tersebut mengatakan kepada AP bahwa Pretti belajar di Universitas Minnesota, lulus pada tahun 2011 dengan gelar sarjana di bidang biologi, masyarakat, dan lingkungan. Mereka mengatakan dia bekerja sebagai ilmuwan peneliti sebelum kembali ke sekolah untuk menjadi perawat terdaftar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Sempat Ditutup Imbas...
Sempat Ditutup Imbas Ada Unjuk Rasa, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka Kembali
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved