Jerman Didesak Tarik 1.236 Ton Emas yang Disimpan di AS Gara-gara Trump

Minggu, 25 Januari 2026 - 13:44 WIB
loading...
A A A
“Dengan latar belakang ini, saya meminta Pemerintah Federal untuk segera memberikan jadwal yang jelas untuk repatriasi penuh cadangan emas Jerman.”

Strack-Zimmermann bukanlah satu-satunya yang membuat desakan seperti itu. Sebelumnya, mantan kepala departemen riset Bundesbank, Emanuel Mönch, berkomentar untuk harian bisnis Handelsblatt: “Tampaknya berisiko untuk menyimpan begitu banyak emas di AS”. Dia menyarankan otoritas moneter untuk mempertimbangkan repatriasi.

Jerman telah menyimpan sebagian cadangan emasnya di luar negeri sejak booming ekonomi pasca-perang, namun memulangkan sebagian emas dari New York dan Paris dari tahun 2013 hingga 2017. Sekitar setengah dari cadangan tersebut kini disimpan di dalam negeri, dengan sisanya di New York dan London.

Permintaan bank sentral global telah menjadi salah satu faktor di balik kenaikan harga emas, karena negara-negara berupaya mengimbangi devaluasi mata uang dan kekhawatiran lainnya.

Sebuah laporan Bloomberg baru-baru ini mengatakan bahwa peningkatan cadangan emas moneter Rusia telah mengimbangi sebagian besar nilai asetnya yang dibekukan oleh negara-negara Barat, termasuk AS, meningkat sekitar USD216 miliar sejak Februari 2022. Kenaikan harga telah mendorong emas Rusia menjadi 43% dari total cadangan, naik dari 21% sebelum konflik Ukraina, menjadikannya pemegang emas terbesar kelima di dunia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved