Mengapa China Bukan Lagi Prioritas Keamanan Utama Pentagon?
Minggu, 25 Januari 2026 - 01:10 WIB
loading...
A
A
A
Dokumen tersebut juga menyatakan bahwa pendekatan pemerintahan Trump akan "secara fundamental berbeda dari strategi-strategi besar pemerintahan pasca-Perang Dingin sebelumnya".
Ditambahkan pula: "Singkirkan idealisme utopis; ganti dengan realisme yang keras."
Tidak seperti versi strategi sebelumnya, Taiwan, pulau yang berpemerintahan sendiri yang diklaim oleh Tiongkok, tidak disebutkan. Namun, dokumen tersebut menulis bahwa AS bertujuan untuk "mencegah siapa pun, termasuk Tiongkok, untuk dapat mendominasi kita atau sekutu kita".
Strategi ini juga menyerukan "pembagian beban" yang lebih besar dari sekutu AS, dengan mengatakan bahwa para mitra telah "puas" membiarkan Washington "mensubsidi pertahanan mereka".
Baca Juga: Armada Perang AS Segera Tiba, Iran Pasti Siapkan Serangan Balasan
"Sebaliknya, ini berarti pendekatan yang terfokus dan benar-benar strategis terhadap ancaman yang dihadapi negara kita," katanya, menambahkan bahwa mereka tidak ingin menyamakan kepentingan Amerika "dengan kepentingan negara-negara lain di dunia – bahwa ancaman terhadap seseorang di belahan dunia lain sama dengan ancaman terhadap warga Amerika."
Ditambahkan pula: "Singkirkan idealisme utopis; ganti dengan realisme yang keras."
2. Hadapi China Bukan dengan Konfrontasi
Hubungan dengan China akan didekati melalui "kekuatan, bukan konfrontasi". Tujuannya "bukan untuk mendominasi Tiongkok; juga bukan untuk mencekik atau mempermalukan mereka", demikian bunyi dokumen tersebut.Tidak seperti versi strategi sebelumnya, Taiwan, pulau yang berpemerintahan sendiri yang diklaim oleh Tiongkok, tidak disebutkan. Namun, dokumen tersebut menulis bahwa AS bertujuan untuk "mencegah siapa pun, termasuk Tiongkok, untuk dapat mendominasi kita atau sekutu kita".
3. Fokus Pembagian Beban
Akhir tahun lalu, AS mengumumkan penjualan senjata besar-besaran ke Taiwan senilai USD11 miliar (£8,2 miliar), yang menyebabkan China mengadakan latihan militer di sekitar pulau tersebut sebagai tanggapan.Strategi ini juga menyerukan "pembagian beban" yang lebih besar dari sekutu AS, dengan mengatakan bahwa para mitra telah "puas" membiarkan Washington "mensubsidi pertahanan mereka".
Baca Juga: Armada Perang AS Segera Tiba, Iran Pasti Siapkan Serangan Balasan
4. Bukan Isolasionisme
Meskipun demikian, strategi ini membantah bahwa hal ini menunjukkan langkah menuju "isolasionisme"."Sebaliknya, ini berarti pendekatan yang terfokus dan benar-benar strategis terhadap ancaman yang dihadapi negara kita," katanya, menambahkan bahwa mereka tidak ingin menyamakan kepentingan Amerika "dengan kepentingan negara-negara lain di dunia – bahwa ancaman terhadap seseorang di belahan dunia lain sama dengan ancaman terhadap warga Amerika."
5. Eropa Akan Mandiri
Sebaliknya, dikatakan bahwa sekutu, terutama Eropa, "akan memimpin dalam menghadapi ancaman yang kurang serius bagi kita tetapi lebih serius bagi mereka".Lihat Juga :