Turki Ungkap Israel Sedang Cari Peluang Menyerang Iran

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:22 WIB
loading...
Turki Ungkap Israel...
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan. Foto/anadolu
A A A
ANKARA - Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengatakan ada tanda-tanda Israel sedang mencari peluang untuk menyerang Iran. Dia memperingatkan langkah tersebut dapat semakin menggoyahkan stabilitas kawasan.

“Saya harap mereka menemukan jalan yang berbeda, tetapi kenyataannya adalah Israel, khususnya, sedang mencari peluang untuk menyerang Iran,” kata Fidan kepada stasiun televisi Turki NTV dalam wawancara yang disiarkan pada hari Jumat.

Ketika ditanya secara spesifik apakah penilaian ini berlaku untuk Amerika Serikat dan Israel, Fidan menyatakan Israel, khususnya, sedang mencari peluang tersebut, seperti yang dilaporkan oleh media Turkiye Today.

Menteri luar negeri menambahkan ia telah menyampaikan kekhawatiran tersebut secara langsung kepada para pejabat Iran selama kunjungan baru-baru ini ke negara tersebut.

“Ketika saya pergi ke Teheran beberapa hari yang lalu, saya memberi tahu mereka semua tentang proses tersebut sebagai teman mereka,” ujar Fidan. “Dan Anda tahu, seorang teman mengatakan kebenaran yang pahit,” katanya, menurut Turkiye Today.

Peringatan Fidan muncul setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam panggilan telepon pada hari Kamis bahwa Turki menentang intervensi asing apa pun di Iran dan mereka menghargai perdamaian dan stabilitas negara tetangganya.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada kantor berita Reuters pada hari Jumat bahwa Teheran akan memperlakukan setiap serangan oleh musuh-musuhnya "sebagai perang habis-habisan melawan kami" – gertakan terbaru dalam perang kata-kata yang meningkat antara Washington dan kepemimpinan Iran.

Pada hari Kamis, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia telah mengirimkan "armada" kapal angkatan laut menuju wilayah Teluk dengan Iran sebagai targetnya, sekali lagi meningkatkan retorika terhadap Teheran setelah meredakan komentarnya pekan lalu setelah tampaknya mundur dari ancaman untuk menyerang Iran di tengah protes anti-pemerintah yang meluas.

"Jika Amerika melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Iran, kami akan merespons," tegas pejabat senior Iran itu kepada Reuters.

“Pengerahan militer ini – kami harap ini bukan untuk konfrontasi nyata – tetapi militer kami siap untuk skenario terburuk. Inilah sebabnya mengapa semuanya dalam keadaan siaga tinggi di Iran,” ujar pejabat itu.

“Kali ini kami akan menganggap setiap serangan – terbatas, tidak terbatas, terarah, kinetik, apa pun sebutannya – sebagai perang habis-habisan melawan kami, dan kami akan merespons dengan cara sekeras mungkin untuk menyelesaikan ini,” tambah pejabat itu.

Dia menegaskan, “Negara yang terus-menerus berada di bawah ancaman militer dari Amerika Serikat tidak punya pilihan selain memastikan semua yang dimilikinya dapat digunakan untuk melawan dan, jika memungkinkan, memulihkan keseimbangan terhadap siapa pun yang berani menyerang Iran.”

Media AS telah melaporkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kelompok kapal serangnya telah dialihkan dari Laut China Selatan ke Timur Tengah dan diperkirakan akan tiba di wilayah Teluk dalam beberapa hari mendatang.

Militer AS terakhir kali melakukan pengerahan besar-besaran kekuatan angkatan laut pada Juni 2024 untuk mendukung perang 12 hari Israel terhadap Iran dan sebagai persiapan serangan AS terhadap program nuklir Iran.

Baca juga: Rusia dan China Bersatu Lawan Upaya Barat Memiliterisasi Asia-Pasifik
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved