Media AS Sebut Hanya Penggemar Berat Trump yang Hadiri Penandatanganan Dewan Perdamaian

Jum'at, 23 Januari 2026 - 13:47 WIB
loading...
A A A
Utusan khusus AS Steve Witkoff, seorang taipan real estate dan rekan bermain golf Trump, berada di dewan eksekutif dan bersama Jared Kushner, menantu presiden, mencetuskan ide dewan tersebut setelah rencana perdamaian Gaza—yang dirayakan pada KTT di Mesir yang memang menarik banyak orang.

Hari Kamis tampak seperti tiruan yang kurang berkesan dari acara tersebut. Ditanya pada hari Rabu tentang para peserta, Witkoff mengaku kepada Bloomberg Television: "Ini bukan tempat yang mudah untuk dijangkau."

Pada akhirnya, mereka yang berhasil hadir disuguhi sebagian pengulangan dari keberhasilan terbesar Trump di panggung internasional, dengan banyak sekali sesumbar tentang keberhasilan diplomatiknya dan kritik terhadap multilateralisme yang biasa dilakukan.

Mengingat betapa kerasnya kritik yang diterima dewan ini karena berupaya menggantikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Trump memang menekankan: "Kita akan melakukannya bersamaan dengan PBB." Namun, Trump sebelumnya menganggap lembaga dunia berusia 80 tahun itu tidak berguna dalam penyelesaian konflik. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga naik ke panggung dan bahkan ada slide presentasi dari Kushner. Dan dengan itu, seluruh acara dinyatakan sukses besar.

"Selamat, Presiden Trump," kata Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih. "Piagam tersebut sekarang berlaku penuh, dan dewan perdamaian sekarang menjadi organisasi internasional resmi."

Dalam beberapa minggu ke depan, konferensi pertama akan diadakan di Washington, kata Kushner. Jika poin-poin pembicaraan Departemen Luar Negeri AS akurat, mereka semua dapat berharap untuk bergabung melalui Zoom.

Namun, Belgia tidak akan hadir. Negara itu membantah telah menandatangani piagam dewan setelah Gedung Putih memasukkannya ke dalam daftar negara-negara yang mendukung upaya tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
Momen Haru, Sarwendah...
Momen Haru, Sarwendah Antar Anak Temui Ruben Onsu Jelang Berangkat Umrah
Berita Terkini
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved