Trump Ragu kalau NATO Bela AS ketika Diserang Musuh

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:25 WIB
loading...
Trump Ragu kalau NATO...
Presiden AS Donald Trump ragu kalau NATO bela AS ketika diserang musuh. Foto/X/NATO
A A A
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump meragukan apakah anggota NATO akan membantu Amerika jika diserang. Dia menekankan bahwa Washington akan tetap membela sekutunya di blok tersebut.

Berbicara pada sebuah pengarahan pada hari Selasa, Trump mengklaim dirinya sebagai dermawan utama NATO, sambil mengingat bahwa di bawah kepemimpinannya, anggota blok telah berjanji untuk meningkatkan pengeluaran militer menjadi 5% dari PDB.

"Saya melakukan lebih banyak untuk NATO daripada orang lain yang masih hidup atau sudah meninggal," klaimnya, dilansir RT.

Namun, Trump menyuarakan kekhawatiran tentang komitmen pertahanan NATO. "Saya melihat semua hal itu, tetapi NATO juga harus memperlakukan kita dengan adil. Ketakutan terbesar saya terhadap NATO adalah [bahwa] kita menghabiskan banyak uang dengan NATO, dan saya tahu kita akan datang untuk menyelamatkan mereka, tetapi saya benar-benar mempertanyakan apakah mereka akan datang untuk menyelamatkan kita atau tidak."

Baca Juga: Foto 326 Korban Tewas pada Demonstrasi di Iran Bocor ke Media

Pasal 5 dari perjanjian pendirian NATO menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota, tetapi hal itu memberi setiap negara kebebasan untuk mengambil "tindakan yang dianggap perlu," termasuk penggunaan kekuatan bersenjata.

Pasal ini hanya pernah digunakan sekali, setelah serangan 11 September 2001 terhadap AS, ketika blok tersebut mendukung operasi kontra-terorisme AS. Klausul pertahanan kolektif tidak diterapkan jika anggota NATO diserang oleh anggota lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Iran Ngadu ke Rusia:...
Iran Ngadu ke Rusia: AS Ingkar Janji dan Jahat!
Rekomendasi
Gilga Sahid Bikin Heboh...
Gilga Sahid Bikin Heboh Road to Kilau Raya MNCTV di Klaten
Muslimah pun Perlu Berdakwah,...
Muslimah pun Perlu Berdakwah, Ini Peran Penting Wanita dalam Syiar Islam
DBH Dipotong Pemerintah...
DBH Dipotong Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta Hanya Revitalisasi 11 Sekolah Tahun Ini
Berita Terkini
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved