Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:44 WIB
loading...
A A A
Orang-orang Rohingya di Myanmar menjadi sasaran serangan kekerasan selama berbulan-bulan oleh angkatan bersenjata Myanmar, yang dikenal sebagai Tatmadaw, sejak akhir tahun 2016. Meskipun kelompok tersebut telah lama menghadapi penganiayaan di Myanmar, menurut kelompok hak asasi manusia, serangan tersebut meningkat tajam, karena komunitas Rohingya menjadi sasaran dalam kasus pembakaran, penembakan massal, pemerkosaan, dan penculikan.

Pada tahun 2019 – tahun ketika Gambia mengajukan kasusnya ke Mahkamah Internasional (ICJ) – sebuah misi pencari fakta PBB melaporkan bahwa sekitar 10.000 orang telah tewas, dan 730.000 orang mengungsi ke kamp-kamp pengungsi di negara tetangga Bangladesh. Serangan militer tersebut menunjukkan “niat genosida” dan pemerintah bertujuan untuk “menghapus” identitas Rohingya dan mengusir mereka dari Myanmar, demikian temuan misi PBB.

Baca Juga: Siapa Orang Kurdi? Etnis Tanpa Kewarganegaraan Terbesar di Dunia

3. Terinspirasi Kasus di Dalam negeri

Gambia mungkin terinspirasi untuk mengajukan kasus ini karena sejarah panjangnya sendiri dalam penindasan di bawah mantan diktator Yahya Jammeh, yang memerintah negara itu dengan tangan besi selama 22 tahun hingga 2017, kata Imran Darboe, seorang pengacara yang sebelumnya bekerja di kementerian kehakiman Gambia, kepada Al Jazeera.

Jammeh dipaksa keluar dari jabatannya pada tahun 2017 oleh misi militer regional ketika ia gagal meninggalkan jabatannya setelah kalah dalam pemilihan presiden.

Pada tahun 2018, pemerintah baru mulai menyelidiki aksi-aksi era Jammeh, kejahatan yang dilakukan oleh pasukan keamanan "pasukan pembunuh"-nya, termasuk penculikan dan pembunuhan yang meluas.

Rakyat Gambia secara kolektif merenungkan kesaksian menyakitkan dari puluhan korban saat krisis Rohingya berlangsung, mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan, meskipun tidak ada preseden di ICJ pada saat itu.

“Pada saat itu, kami juga sedang menjalani komisi kebenaran dan rekonsiliasi kami, dan menyadari nilai perlindungan hak asasi manusia,” kata Darboe.

“Sebagian besar orang [di Gambia] terkejut dengan apa yang terungkap, jadi ada pemikiran bahwa jika konsep hak asasi manusia bersifat universal, kita tidak bisa hanya fokus pada masalah kita sendiri. Kami merasakan apa yang dirasakan orang-orang Rohingya… kami semua sepakat tentang hal itu.”

Peran aktif Gambia dalam OIC juga kemungkinan besar memainkan peran besar, tambah Darboe. Meskipun mengajukan kasus ke ICJ akan mahal bagi negara kecil itu, dukungan OIC kemungkinan besar meringankan tekanan keuangan, katanya.

4. Rohingya Jadi Target Militer Myanmar

Dawda, Menteri Kehakiman Gambia, dalam argumen pembukaannya di hadapan para hakim ICJ pada hari Senin mengatakan bahwa Rohingya telah "secara sengaja menjadi sasaran" oleh militer Myanmar yang berkuasa dan bahwa kehidupan mereka telah terbalik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Junta Myanmar Gelar...
Junta Myanmar Gelar Pemilu di Tengah Perang Saudara, Picu Kecaman
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Negara-negara Ini Melakukan...
Negara-negara Ini Melakukan PHK Massal PNS, Indonesia Menyusul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved