Viral, Dokter AS Bungkam saat Dicecar Pertanyaan 'Bisakah Pria Hamil?'

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:36 WIB
loading...
A A A
Perdebatan tersebut dengan cepat menyebar secara online, jauh di luar ruang komite. Hal itu juga memicu reaksi politik di Georgia, di mana Anggota Kongres Partai Republik Earl L Buddy Carter menulis surat kepada Dewan Medis Komposit Georgia yang mendesak agar lisensi medis Dr Verma dicabut.

Dalam suratnya, Carter berpendapat bahwa kehamilan adalah fungsi biologis eksklusif bagi perempuan dan mengatakan bahwa dokter mana pun yang tidak mau menyatakan bahwa laki-laki tidak dapat hamil seharusnya tidak diizinkan untuk praktik kebidanan dan ginekologi di negara bagian tersebut.

“Dokter mana pun yang tidak mau menjawab dengan jelas bahwa pria tidak dapat hamil seharusnya tidak diizinkan untuk berpraktik kedokteran di Negara Bagian Georgia. Anda tidak akan mempercayai seorang mekanik yang tidak percaya pada penggantian oli untuk memperbaiki mobil Anda; Mengapa warga Georgia diharapkan untuk mempercayai seorang dokter yang juga menolak hal-hal mendasar? Karena alasan ini, saya meminta agar Dewan Medis Komposit Georgia segera mengambil tindakan untuk mencabut izin praktik Dr Verma," paparnya, seperti dikutip dari The Australia Today, Minggu (18/1/2026).

Dr Verma, yang mengajar sebagai asisten profesor adjunkt di Sekolah Kedokteran Universitas Emory dan berpraktik di Georgia dan Maryland, sebelumnya telah memberikan kesaksian di hadapan Kongres tentang dampak pembatasan aborsi dan sedang meneliti efek larangan aborsi enam minggu di Georgia terhadap kehamilan berisiko tinggi.

Sidang Komite HELP Senat dimaksudkan untuk fokus pada keamanan obat aborsi, tetapi cekcok tersebut menggarisbawahi bagaimana perdebatan tentang kesehatan reproduksi di Amerika Serikat tetap sangat terkait dengan pertempuran budaya dan politik yang lebih luas.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Profil Cape Verde, Negara...
Profil Cape Verde, Negara Berpenduduk 550.000 Jiwa yang Bikin Repot Juara Piala Dunia 2010
Rekomendasi
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved