Iran Tangkap 3.000 Orang saat Protes Anti-Pemerintah Mereda
Sabtu, 17 Januari 2026 - 08:31 WIB
loading...
Ribuan orang berunjuk rasa di Iran. Foto/anadolu
A
A
A
TEHERAN - Pihak berwenang Iran mengatakan 3.000 orang telah ditangkap dalam demonstrasi anti-pemerintah selama beberapa minggu, menurut laporan kantor berita negara. Saat ini protes massal sebagian besar telah diredam.
Jalan-jalan di ibu kota Iran, Teheran, dan bagian lain negara itu relatif tenang pada hari Jumat (16/1/2026) di tengah kehadiran pasukan keamanan yang besar.
Melaporkan dari Teheran, Tohid Asadi dari Al Jazeera mengatakan suasana hati publik beragam, dengan banyak orang cemas atas kemungkinan situasi dapat meningkat lagi dan frustrasi oleh pemadaman internet yang terus berlanjut.
“Akses internet tidak tersedia untuk hampir semua orang di Iran,” kata Asadi.
Pemantau daring NetBlocks mengatakan pada hari Jumat bahwa pemadaman internet nasional telah memasuki hari kedelapan setelah pihak berwenang Iran memutus akses pada puncak protes pekan lalu.
Ribuan warga Iran telah turun ke jalan sejak akhir Desember karena marah atas inflasi yang melonjak dan devaluasi tajam mata uang lokal, yang mendorong tindakan keras dari pihak berwenang Iran.
Para pemimpin Iran menyebut para demonstran sebagai "perusuh" dan menuduh negara-negara asing, terutama Amerika Serikat dan Israel, memicu kerusuhan tersebut.
Kelompok hak asasi manusia mengatakan lebih dari 1.000 demonstran telah tewas sejak demonstrasi dimulai, sementara pemerintah Iran mengatakan setidaknya 100 petugas keamanan juga tewas dalam serangan terkait protes.
Baca juga: Trump Tunjuk Tony Blair dan Jared Kushner ke Dewan Perdamaian Gaza
Jalan-jalan di ibu kota Iran, Teheran, dan bagian lain negara itu relatif tenang pada hari Jumat (16/1/2026) di tengah kehadiran pasukan keamanan yang besar.
Melaporkan dari Teheran, Tohid Asadi dari Al Jazeera mengatakan suasana hati publik beragam, dengan banyak orang cemas atas kemungkinan situasi dapat meningkat lagi dan frustrasi oleh pemadaman internet yang terus berlanjut.
“Akses internet tidak tersedia untuk hampir semua orang di Iran,” kata Asadi.
Pemantau daring NetBlocks mengatakan pada hari Jumat bahwa pemadaman internet nasional telah memasuki hari kedelapan setelah pihak berwenang Iran memutus akses pada puncak protes pekan lalu.
Ribuan warga Iran telah turun ke jalan sejak akhir Desember karena marah atas inflasi yang melonjak dan devaluasi tajam mata uang lokal, yang mendorong tindakan keras dari pihak berwenang Iran.
Para pemimpin Iran menyebut para demonstran sebagai "perusuh" dan menuduh negara-negara asing, terutama Amerika Serikat dan Israel, memicu kerusuhan tersebut.
Kelompok hak asasi manusia mengatakan lebih dari 1.000 demonstran telah tewas sejak demonstrasi dimulai, sementara pemerintah Iran mengatakan setidaknya 100 petugas keamanan juga tewas dalam serangan terkait protes.
Baca juga: Trump Tunjuk Tony Blair dan Jared Kushner ke Dewan Perdamaian Gaza
(sya)
Lihat Juga :