Stok Rudal Melimpah, Iran Sudah Siap Jika Diserang AS

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:10 WIB
loading...
Stok Rudal Melimpah,...
IRGC menyatakan persediaan rudal meningkat dan Iran sudah siap dengan apa pun yang terjadi di tengah ancaman serangan militer AS. Foto/Screenshot video BBC
A A A
TEHERAN - Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Majid Mousavi, mengatakan persediaan rudal telah meningkat sejak perang 12 hari melawan invasi Israel pada Juni tahun lalu. Dia menyatakan IRGC sudah siap dengan apa pun yang terjadi di tengah ancaman serangan Amerika Serikat (AS).

"Kami berada di puncak kesiapan kami," kata Mousavi pada hari Rabu, yang dilansir Reuters, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Iran Tutup Wilayah Udaranya, Serangan AS Dilaporkan Segera Terjadi

Menurutnya, kerusakan akibat perang tahun lalu telah diperbaiki dan produksi di berbagai bidang persenjataan oleh pasukan udara IRGC lebih tinggi daripada sebelum Juni 2025.

Lihat Video: Menlu Iran Tuduh AS dan Israel Terlibat Kerusuhan

Sementara itu, kantor berita Reuters melaporkan bahwa serangan militer AS terhadap Iran akan segera terjadi. Menurut laporan tersebut, serangan itu dapat terjadi hanya dalam beberapa jam saja.

Reuters mengutip seorang pejabat militer Barat yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan: "Semua sinyal menunjukkan bahwa serangan AS akan segera terjadi."

Namun, sumber tersebut menambahkan: "Itulah cara pemerintahan ini bertindak untuk membuat semua orang tetap waspada, dengan ketidakpastian sebagai bagian dari strategi."

Menurut laporan tersebut, yang mengutip dua pejabat Eropa yang tidak disebutkan namanya, “Intervensi militer AS dapat terjadi dalam 24 jam ke depan.”

Reuters juga mengutip seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya yang menyatakan bahwa Trump tampaknya telah memutuskan untuk menyerang Iran, meskipun cakupan aksi militer potensial tersebut masih belum jelas.

Iran sudah mengantisipasi potensi serangan AS. Salah satunya dengan menutup wilayah udaranya untuk sebagian besar penerbangan sejak hari Rabu.

Menurut situs pelacakan penerbangan, FlightRadar24, Peringatan Pemberitahuan kepada Misi Udara (NOTAM) dikeluarkan oleh Teheran tepat setelah pukul 17.00 ET. Dalam NOTAM tersebut, Iran melarang semua penerbangan kecuali penerbangan internasional ke dan dari Iran dengan izin.

Peta lalu lintas udara di atas Iran dan wilayah sekitarnya menunjukkan banyak penerbangan dialihkan di sekitar wilayah udara Iran.

Hanya lima pesawat yang terlihat di atas wilayah udara Iran pada saat NOTAM dikeluarkan, menurut situs pelacakan penerbangan tersebut.

Potensi serangan AS terhadap Iran meningkat di tengah protes nasional di negara Islam itu sejak 28 Desember. Gelombang protes tersebut, yang diwarnai kekerasan, dipicu oleh tekanan ekonomi.

Menurut Human Rights Activists News Agency (HRANA) atau Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), setidaknya 2.571 orang telah tewas.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah jumlah orang yang tewas tersebut dengan menyebutnya sebagai laporan palsu.

Dia mengatakan protes dimulai secara damai, tetapi berubah menjadi kekerasan setelah penyusupan kelompok bersenjata yang didukung asing.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
Tegas! Erdogan: Israel...
Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia
Rekomendasi
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Adu Kuat SUV Pintar:...
Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Berita Terkini
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved