Rusia Blak-blakan Barat Berupaya Hancurkan Iran Lewat Revolusi Warna

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:45 WIB
loading...
Rusia Blak-blakan Barat...
Kerusuhan di Iran terus memakan banyak korban. Foto/anadolu
A A A
MOSKOW - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova memperingatkan Barat berupaya menggulingkan rezim di Iran dan menggunakan taktik revolusi warna. Pernyataan itu muncul untuk mengomentari protes yang sedang berlangsung di Republik Islam tersebut.

“Negara-negara asing ingin mengubah protes damai menjadi kerusuhan yang kejam dan tidak masuk akal,” ia memperingatkan, menambahkan Moskow mengutuk campur tangan dalam urusan internal Iran.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka menyatakan dukungannya kepada para demonstran dalam beberapa hari terakhir.

AS “siap siaga” untuk campur tangan di Iran untuk mendukung demonstrasi tersebut, kata Trump, menambahkan bahwa Amerika akan “mulai menembak” jika pihak berwenang menggunakan kekerasan terhadap massa.

Israel juga secara terbuka mendukung kerusuhan tersebut. Badan intelijen Mossad telah mengakui memiliki agen di Republik Islam tersebut.

Teheran menyalahkan protes tersebut kepada Washington dan Tel Aviv, dengan alasan AS dan Israel telah memiliki “peran besar” dalam kerusuhan tersebut.

“Rusia dengan tegas mengutuk campur tangan asing yang mengganggu dalam politik domestik Iran,” kata Zakharova kepada wartawan pada hari Selasa (13/1/2026).

Ancaman Washington untuk menggunakan kekerasan terhadap Republik Islam “sama sekali tidak dapat diterima,” katanya, memperingatkan serangan terhadap Iran dapat menggoyahkan seluruh Timur Tengah.

Juru bicara itu juga menyalahkan krisis ekonomi di Iran yang memicu protes tersebut pada sanksi Barat.

Barat telah menekan Iran selama bertahun-tahun melalui sanksi ilegal, katanya, menambahkan sanksi tersebut memengaruhi kehidupan masyarakat biasa.

“Negara-negara Barat mencoba mengeksploitasi ketegangan sosial dan ekonomi yang dihasilkan untuk menghancurkan negara Iran,” ungkap dia.

Protes meletus di beberapa kota di Iran pada 28 Desember, ketika mata uang nasional, rial, mencapai titik terendah sepanjang sejarah.

Protes dengan cepat menyebar ke kota-kota lain dan berubah menjadi politis dan kekerasan, menandai kerusuhan terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Pada hari Senin, Trump mengatakan Washington sedang mempertimbangkan “opsi-opsi kuat” terhadap Iran di tengah kerusuhan tersebut.

Pada hari Selasa, AS memperingatkan warga Amerika untuk “meninggalkan Iran” segera. Teheran sebelumnya memperingatkan mereka dapat menargetkan pasukan AS di Timur Tengah jika Washington mencoba untuk campur tangan.

Baca juga: Trump Batalkan Pertemuan AS-Iran, Dorong Para Pengunjuk Rasa Mengambil Alih Institusi
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Jerman Ditahan Imbang...
Jerman Ditahan Imbang Paraguay 1-1, Laga Berlanjut ke Extra Time
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Profil Orlando Gill,...
Profil Orlando Gill, Pahlawan Paraguay yang Kubur Ambisi Jerman di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved