Maduro Mendekam di Penjara AS, Bodyguard-nya Malah Diangkat Jadi Menteri Venezuela

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:40 WIB
loading...
A A A

Intelijen Kuba Salah Perhitungan


Para pakar mengatakan penculikan Maduro dan pembunuhan 32 warga Kuba yang ditugaskan untuk melindunginya dalam operasi militer AS merupakan pukulan besar bagi dinas intelijen Kuba yang dihormati.

Karena takut dikhianati oleh para pembangkang di dalam jajaran Venezuela, Maduro yang berhaluan kiri—seperti mendiang mentornya Hugo Chavez—menempatkan pengawal keamanannya di Kuba yang dikuasai komunis.

Namun, pasukan Kuba terbukti tidak mampu menandingi pasukan khusus AS yang dikirim dengan helikopter untuk menculik Maduro dari kompleks militer setelah jet-jet tempur AS membombardir pertahanan udara Venezuela.

Para pejabat Caracas mengatakan dari 32 warga Kuba yang tewas—bersama dengan 23 tentara Venezuela—21 di antaranya berasal dari Kementerian Dalam Negeri Kuba yang mengawasi dinas intelijen. Sebelas sisanya berasal dari militer Kuba.

Para pakar sepakat bahwa kunci keberhasilan operasi AS yang berjalan mulus—yang dipersiapkan dengan cermat selama berbulan-bulan, secara rahasia—adalah unsur kejutan.

Namun, mantan perwira militer Venezuela, Jose Gustavo Arocha dari Center for a Secure Free Society, sebuah lembaga think tank AS yang mengkhususkan diri dalam isu-isu pertahanan, juga menyatakan bahwa intelijen Kuba telah salah menilai ancaman tersebut.

"Intelijen Kuba meyakinkan rezim Maduro dan badan-badan keamanannya bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah menyerang wilayah Venezuela," kata Arocha.

Mantan perwira intelijen AS, Fulton Armstrong, yang sekarang menjadi peneliti Amerika Latin di American University di Washington, juga menunjuk pada kegagalan intelijen.

Yang utama di antaranya, katanya, adalah kegagalan untuk mengantisipasi serangan dan kemudian mendeteksi helikopter yang memasuki wilayah udara Venezuela.

"Bahkan peringatan lima atau sepuluh menit saja akan membuat perbedaan besar bagi para penjaga dan bagi Maduro," kata mantan agen CIA itu.

Namun, pasukan AS memiliki keunggulan besar berupa drone siluman, yang digunakan untuk memantau pergerakan pemimpin Venezuela secara real-time, serta senjata dan perlengkapan tempur yang lebih canggih.

Paul Hare, mantan duta besar Inggris untuk Kuba dan Venezuela, berpendapat bahwa intelijen Kuba meremehkan akses AS terhadap "kerja sama orang dalam di Venezuela"—seorang informan di kubu Maduro.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Polda Metro Singgung...
Polda Metro Singgung Ada Mantan Pejabat Berupaya Hambat Kasus Roy Suryo
Suap Rp61,7 Miliar ke...
Suap Rp61,7 Miliar ke Pejabat Bea Cukai, Bos Blueray Cargo Dituntut 3 Tahun Penjara
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
Berita Terkini
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved