Bukan Sekali Dua Kali, Ini Deretan Demonstrasi Anti-Khamenei yang Pernah Mengguncang Iran
Selasa, 13 Januari 2026 - 09:44 WIB
loading...
A
A
A
Ayatollah Khamenei secara terbuka mendukung hasil pemilu tersebut, membuat kemarahan massa beralih langsung ke Pemimpin Tertinggi.
Protes ini berakhir dengan penindakan keras, puluhan orang tewas, ribuan ditahan, dan tokoh oposisi dikenai tahanan rumah. Amerika Serikat dan Uni Eropa kemudian menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Iran.
Fakta bahwa protes muncul dari wilayah yang sebelumnya dianggap loyal terhadap rezim mengejutkan pemerintah. Aparat keamanan kembali dikerahkan, menewaskan puluhan demonstran dan menahan ribuan lainnya.
Slogan anti-Khamenei terdengar luas, sementara pemerintah merespons dengan pemadaman internet nasional dan pengerahan kekuatan bersenjata.
Organisasi hak asasi manusia (HAM) internasional memperkirakan antara 300 hingga lebih dari 1.000 orang tewas. PBB dan Amnesty International menyebut penindakan ini sebagai pelanggaran HAM berat.
Protes ini berakhir dengan penindakan keras, puluhan orang tewas, ribuan ditahan, dan tokoh oposisi dikenai tahanan rumah. Amerika Serikat dan Uni Eropa kemudian menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Iran.
3. Demonstrasi Ekonomi 2017–2018
Krisis ekonomi, pengangguran, dan melonjaknya harga kebutuhan pokok memicu demonstrasi di puluhan kota kecil dan menengah. Berbeda dari aksi sebelumnya, demonstrasi ini secara terang-terangan meneriakkan slogan “Matilah diktator”, yang secara luas dimaknai sebagai serangan langsung terhadap Khamenei.Fakta bahwa protes muncul dari wilayah yang sebelumnya dianggap loyal terhadap rezim mengejutkan pemerintah. Aparat keamanan kembali dikerahkan, menewaskan puluhan demonstran dan menahan ribuan lainnya.
4. Protes Bahan Bakar 2019
Pada November 2019, kenaikan harga bahan bakar secara mendadak memicu salah satu demonstrasi paling berdarah dalam sejarah Iran modern. Aksi berlangsung serentak di lebih dari 100 kota.Slogan anti-Khamenei terdengar luas, sementara pemerintah merespons dengan pemadaman internet nasional dan pengerahan kekuatan bersenjata.
Organisasi hak asasi manusia (HAM) internasional memperkirakan antara 300 hingga lebih dari 1.000 orang tewas. PBB dan Amnesty International menyebut penindakan ini sebagai pelanggaran HAM berat.
Lihat Juga :