Antisipasi AS, China Persiapkan Perang Elektronik di Laut China Selatan

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:50 WIB
loading...
A A A
Laporan beberapa media, termasuk South China Morning Post, menyebutkan bahwa kapabilitas perang elektronik tersebut dirancang untuk menargetkan radar phased-array, mengganggu koordinasi armada, serta mengeksploitasi kerentanan jaringan pertahanan terintegrasi milik AS. Langkah ini dinilai meningkatkan kemampuan China untuk menantang proyeksi kekuatan militer AS di kawasan Indo-Pasifik.

Risiko Eskalasi


Di tingkat strategis, infrastruktur perang elektronik ini juga dikaitkan dengan upaya China melindungi armada kapal selam rudal balistiknya. Jaringan pengintaian dan pertahanan yang padat di Laut China Selatan diyakini dapat membantu menyamarkan pergerakan kapal selam dan memperkuat kemampuan penangkal nuklir berbasis laut, sehingga mempersulit pemantauan oleh AS dan negara sekutu.

Namun, peningkatan kapabilitas ini juga memunculkan kekhawatiran akan risiko eskalasi. Sejumlah insiden di Laut China Selatan, termasuk laporan gangguan terhadap pesawat AS yang diduga terkait aktivitas perang elektronik, menyoroti potensi salah perhitungan di wilayah yang padat aktivitas militer.

Meski bukti langsung masih terbatas, para pengamat menilai penggunaan intensif perang elektronik dapat mempersempit batas antara pencegahan dan provokasi.

AS mengakui tantangan tersebut. Sejumlah pejabat militer AS menyatakan bahwa operasi di lingkungan spektrum yang semakin diperebutkan menuntut peningkatan kesiapan, pelatihan, dan investasi. Perkembangan terbaru di Laut China Selatan dinilai mengubah dinamika keamanan regional dan menambah kompleksitas persaingan strategis antara China dan AS di Indo-Pasifik.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved