Antisipasi AS, China Persiapkan Perang Elektronik di Laut China Selatan

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:50 WIB
loading...
Antisipasi AS, China...
Citra satelit menunjukkan perluasan fasilitas perang elektronik China di Laut China Selatan. Langkah ini menantang kehadiran militer AS di kawasan tersebut. Foto/CSIS/AMTI
A A A
JAKARTA - China dilaporkan sedang menjadikan Laut China Selatan sebagai medan pertempuran elektromagnetik melalui perluasan infrastruktur perang elektronik di sejumlah pulau buatan.

Langkah ini menandai fase terbaru dari upaya jangka panjang Beijing untuk memperkuat pengaruh militernya di kawasan Indo-Pasifik dan menantang kehadiran militer Amerika Serikat (AS) serta sekutunya di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Mengutip dari Mizzima, Selasa (13/1/2026), citra satelit dan laporan independen menunjukkan perluasan fasilitas perang elektronik di Terumbu Fiery Cross, Mischief, dan Subi. Ketiganya merupakan lokasi utama di Laut China Selatan yang telah direklamasi dan dimiliterisasi oleh China.

Baca Juga: Kapal Induk Nuklir AS Umbar Tembakan di Laut China Selatan yang Diklaim China

Instalasi tersebut mencakup antena monopole, kendaraan pengacak sinyal bergerak, radome, serta posisi pertahanan yang diperkuat. Fasilitas ini memungkinkan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) untuk mengendalikan spektrum elektromagnetik, termasuk mengganggu komunikasi, merusak radar, dan melacak posisi pasukan asing di wilayah sengketa.

Dominasi Informasi dan Konektivitas


Pengembangan tersebut dilaporkan berlangsung intensif sepanjang 2023–2025 dan dinilai sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengurangi keunggulan tradisional AS dalam peperangan berbasis jaringan. Dengan kemampuan ini, China berpotensi menghambat operasi pengintaian dan penargetan lawan, sehingga menurunkan efektivitas kelompok tempur kapal induk AS di kawasan tersebut.

Sejumlah analis menilai bahwa fokus China pada dominasi spektrum elektromagnetik mencerminkan perubahan doktrin militer modern, di mana penguasaan informasi dan konektivitas dipandang sama pentingnya dengan kendali wilayah laut dan udara. Integrasi pulau buatan dengan sistem pengacak bergerak dan jaringan kapal perang disebut menciptakan lapisan pertahanan yang kompleks dan saling terhubung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
AS Incar Tuan Rumah...
AS Incar Tuan Rumah Piala Dunia Antarklub 2029
Iran Ancam Beri Balasan...
Iran Ancam Beri Balasan Atas Serangan AS, IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9
Trump Sebut AS Akan...
Trump Sebut AS Akan Lucuti Nuklir Iran Tanpa Negosiasi: Itu Lebih Mudah!
Rekomendasi
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
Kortastipidkor Polri...
Kortastipidkor Polri Datangi Ruko di Jalan Asem Cipete, Penggeledahan Lagi?
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
Berita Terkini
Lagi, Wakil Menteri...
Lagi, Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Rp193 Miliar di Dalam Drainase Air Hujan
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved