AS: Denmark Menduduki Greenland

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:48 WIB
loading...
AS: Denmark Menduduki...
Amerika Serikat sebut Kerajaan Denmark menduduki Greenland selama bertahun-tahun, yang melanggar aturan PBB. Foto/Kementerian Pertahanan Denmark via The Defense Watch
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan Kerajaan Denmark telah menduduki Greenland selama bertahun-tahun, dan hal itu melanggar aturan PBB. Pernyataan tersebut disampaikan utusan khusus Presiden AS Donald Trump yang juga Gubernur Louisiana, Jeff Landry, ketika Washington berambisi mencaplok pulau terbesar di dunia itu.

Pada hari Minggu, Trump mengatakan AS akan memperoleh Greenland—wilayah otonom Denmark—“dengan satu atau lain cara.” Dia juga berpendapat bahwa Kopenhagen tidak mampu memberikan keamanan bagi Greenland, menyindir bahwa pulau itu hanya dilindungi oleh “dua kereta luncur anjing".

Baca Juga: AS Susun Rencana Invasi Greenland, Eropa Masih Diskusi Pengerahan Pasukan NATO

Kemudian, Landry menulis di X untuk mengingatkan bahwa AS melindungi Greenland selama Perang Dunia II.

Fasilitas militer AS didirikan di pulau Arktik tersebut sesuai dengan kesepakatan antara Washington dan Kopenhagen pada April 1941, setahun setelah Denmark dikuasai oleh Nazi Jerman.

“Sejarah itu penting. AS membela kedaulatan Greenland selama Perang Dunia II ketika Denmark tidak mampu melakukannya,” tulisnya.

"Setelah konflik berakhir, Denmark mendudukinya kembali—mengabaikan dan melanggar protokol PBB,” lanjut Landry, yang diangkat sebagai utusan presiden untuk Greenland bulan lalu.

Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Moller Sorensen, menanggapi tuduhan tersebut tak lama kemudian, dengan menegaskan: “Greenland telah menjadi bagian dari Kerajaan Denmark selama berabad-abad. Hal itu telah berulang kali diakui oleh pemerintahan AS, di PBB, dan secara internasional.”

“Hanya rakyat Greenland yang berhak menentukan masa depan mereka. Sebagian besar warga Greenland memilih ya untuk status pemerintahan sendiri di dalam Kerajaan [Denmark pada tahun 2008],” tulis Sorensen di X, yang dikutip Russia Today, Selasa (13/1/2026).

"Kopenhagen selalu berdiri bahu-membahu dengan Washington," kata Moller Sorensen.

Dia mengingatkan bahwa Denmark kehilangan lebih banyak tentara per kapita daripada sekutu NATO lainnya selama invasi Afghanistan yang dipimpin AS. Sebanyak 43 tentara Denmark tewas di negara itu dari tahun 2002 hingga 2014, dengan tujuh lainnya di Irak.

“Mari kita terus mengatasi tantangan keamanan di Arktik sebagai mitra dan sekutu,” seru diplomat Denmark tersebut.

Retorika Trump mengenai Greenland meningkat sejak serangan AS terhadap Venezuela yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari lalu.

Media Inggris, Daily Mail, yang mengutip sumber, melaporkan pada hari Sabtu bahwa Trump memerintahkan para komandan seniornya untuk menyusun rencana invasi potensial ke wilayah otonom Denmark tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved