Presiden Iran Sebut Para Perusuh Dilatih AS dan Israel, Masjid dan Al-Qur'an Pun Dibakar
Senin, 12 Januari 2026 - 09:04 WIB
loading...
A
A
A
Menggambarkan protes sebagai hak rakyat, Pezeshkian memperingatkan bahwa kerusuhan, serangan terhadap properti publik, serangan pembakaran masjid, dan pembakaran Al-Quran adalah bagian dari rencana yang disusun oleh AS dan rezim Israel, yang menurutnya telah melakukan kejahatan paling keji di dunia.
Bahkan, sambung dia, negara-negara Eropa yang menentang Republik Islam Iran pun tidak dapat membela kebrutalan yang terjadi di Gaza, Palestina, dan Lebanon.
Pezeshkian mengatakan musuh telah melatih sejumlah elemen di dalam dan di luar Iran, dan telah mengerahkan sejumlah teroris dari luar negeri ke Iran untuk melancarkan serangan pembakaran terhadap masjid, membakar toko-toko di pasar, dan membunuh orang.
Menurutnya, para perusuh telah membunuh sejumlah orang dengan senjata api, mereka telah memenggal kepala sejumlah orang, dan bahkan membakar beberapa orang.
"Tentu saja para penjahat ini bukanlah orang biasa dan bukan berasal dari Iran," katanya.
Menunjuk pada rencana musuh untuk menekan Iran dengan menciptakan perpecahan, kekacauan, dan kerusuhan, dia mengatakan tindakan yang memicu kebencian, seperti membakar Al-Quran, sama sekali tidak dapat diterima oleh peradaban Iran.
Presiden kemudian berjanji bahwa kabinetnya sedang berusaha untuk menyelesaikan masalah dan bahwa Iran akan mengatasi situasi dan mengatasi ketidakseimbangan terlepas dari semua masalah.
Pezeshkian menyerukan masyarakat untuk berkumpul di setiap lingkungan untuk mencegah para perusuh melakukan kejahatan. “Mereka berusaha membuat Iran bertekuk lutut melalui kerusuhan dan tekanan ekonomi,” paparnya.
Bahkan, sambung dia, negara-negara Eropa yang menentang Republik Islam Iran pun tidak dapat membela kebrutalan yang terjadi di Gaza, Palestina, dan Lebanon.
Pezeshkian mengatakan musuh telah melatih sejumlah elemen di dalam dan di luar Iran, dan telah mengerahkan sejumlah teroris dari luar negeri ke Iran untuk melancarkan serangan pembakaran terhadap masjid, membakar toko-toko di pasar, dan membunuh orang.
Menurutnya, para perusuh telah membunuh sejumlah orang dengan senjata api, mereka telah memenggal kepala sejumlah orang, dan bahkan membakar beberapa orang.
"Tentu saja para penjahat ini bukanlah orang biasa dan bukan berasal dari Iran," katanya.
Menunjuk pada rencana musuh untuk menekan Iran dengan menciptakan perpecahan, kekacauan, dan kerusuhan, dia mengatakan tindakan yang memicu kebencian, seperti membakar Al-Quran, sama sekali tidak dapat diterima oleh peradaban Iran.
Presiden kemudian berjanji bahwa kabinetnya sedang berusaha untuk menyelesaikan masalah dan bahwa Iran akan mengatasi situasi dan mengatasi ketidakseimbangan terlepas dari semua masalah.
Pezeshkian menyerukan masyarakat untuk berkumpul di setiap lingkungan untuk mencegah para perusuh melakukan kejahatan. “Mereka berusaha membuat Iran bertekuk lutut melalui kerusuhan dan tekanan ekonomi,” paparnya.
Lihat Juga :