Aktivis Sebut 538 Tewas dalam Demo Iran, Teheran Ancam Serang AS-Israel Jika Ikut Campur

Senin, 12 Januari 2026 - 06:03 WIB
loading...
A A A
Di Mashhad, kota terbesar kedua di Iran yang terletak sekitar 725 kilometer (450 mil) timur laut Teheran, rekaman yang diduga menunjukkan para pengunjuk rasa berkonfrontasi dengan pasukan keamanan. Protes juga tampaknya terjadi di Kerman, 800 kilometer (500 mil) tenggara Teheran.

Televisi pemerintah Iran pada Minggu pagi menampilkan koresponden mereka di jalan-jalan di beberapa kota untuk menunjukkan area yang tenang dengan cap tanggal yang ditampilkan di layar. Teheran dan Mashhad tidak termasuk.

Retorika pemerintah juga meningkat pada hari Minggu. Ali Larijani, seorang pejabat keamanan tinggi, menuduh beberapa demonstran "membunuh orang atau membakar beberapa orang, yang sangat mirip dengan apa yang dilakukan ISIS," merujuk pada kelompok Islamic State dengan akronimnya.

Televisi pemerintah menayangkan pemakaman anggota pasukan keamanan yang tewas sambil melaporkan kejadian lain. Enam orang tewas di Kermanshah. Di provinsi Fars, kekerasan menewaskan 13 orang, dan tujuh anggota pasukan keamanan tewas di provinsi Khorasan Utara, imbuh siaran televisi tersebut. Tayangan itu juga menunjukkan sebuah truk pikap penuh mayat dalam kantong jenazah dan kemudian sebuah kamar mayat.

Bahkan Presiden reformis Iran, Masoud Pezeshkian, yang sebelumnya berusaha meredakan kemarahan sebelum demonstrasi pecah dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan sikap yang lebih keras dalam sebuah wawancara yang ditayangkan Minggu.

"Masyarakat memiliki kekhawatiran, kita harus duduk bersama mereka dan jika itu adalah tugas kita, kita harus menyelesaikan kekhawatiran mereka," kata Pezeshkian. "Tetapi tugas yang lebih tinggi adalah tidak membiarkan sekelompok perusuh datang dan menghancurkan seluruh masyarakat."

Putra Mahkota Iran yang diasingkan, Reza Pahlavi, dalam pesan terbarunya meminta para demonstran untuk turun ke jalan pada hari Minggu.

Para demonstran telah meneriakkan dukungan untuk Shah dalam beberapa protes, tetapi tidak jelas apakah itu dukungan untuk Pahlavi sendiri atau keinginan untuk kembali ke masa sebelum Revolusi Islam 1979. Dukungan Pahlavi terhadap dan dari Israel telah menuai kritik di masa lalu, terutama setelah perang 12 hari.

Demonstrasi dimulai pada 28 Desember karena runtuhnya mata uang rial Iran, yang diperdagangkan dengan nilai lebih dari 1,4 juta terhadap USD1, karena ekonomi negara tersebut tertekan oleh sanksi internasional yang sebagian dikenakan karena program nuklirnya. Protes tersebut semakin intensif dan berkembang menjadi seruan yang secara langsung menantang teokrasi Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Iran Menggila! Markas...
Iran Menggila! Markas Jet Tempur F-18 AS di Pangkalan Udara Al-Azraq Yordania Dibombardir
Usai Menang Semifinal...
Usai Menang Semifinal Piala Dunia, Argentina Tuduh Kapal Perang Inggris Langgar Kedaulatan
Rekomendasi
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
Prancis vs Inggris:...
Prancis vs Inggris: Laga Penutup Didier Deschamps
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved