Pasukan Khusus AS Diminta Culik Putin seperti Maduro, Ini Jawaban Trump
Minggu, 11 Januari 2026 - 06:57 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin. Presiden AS Donald Trump menolak seruan agar pasukan khusus AS menculik Putin seperti yang dilakukan pada Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto/Kremlin.ru
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara tersirat meminta agar pasukan khusus Delta Force Amerika Serikat (AS) menculik Presiden Rusia Vladimir Putin seperti yang dilakukan pada Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer di Caracas pada 3 Januari lalu. Presiden AS Donald Trump menjawab tegas dengan menyatakan tidak.
Sebelumnya Zelensky bereaksi terhadap operasi penculikan Maduro dengan mengatakan, “Jika Anda dapat melakukan itu dengan para diktator, maka Amerika Serikat tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.” Komentar Zelensky itu ditafsirkan media-media Barat sebagai seruan penculikan terhadap Putin.
Baca Juga: AS Gulingkan Maduro di Venezuela, Mengapa Putin Masih Tutup Mulut?
Ketika Trump menjawab pertanyaan dari wartawan pada pertemuannya dengan para eksekutif minyak di Gedung Putih, jurnalis Peter Doocy dari Fox News merujuk pada komentar Zelensky.
“Sepertinya dia ingin Anda pergi dan menangkap Vladimir Putin,” kata Doocy, bertanya kepada Trump, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (11/1/2026). “Apakah Anda akan pernah memerintahkan misi untuk pergi dan menangkap Vladimir Putin?”
Trump menjawab, “Ya, saya rasa itu tidak perlu. Saya selalu memiliki hubungan yang baik dengannya.”
Dia menambahkan bahwa dia sangat kecewa karena upayanya untuk menengahi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina selama setahun terakhir tidak berhasil.
Moskow telah mengecam penculikan Maduro oleh pasukan khusus AS sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan Venezuela. Utusan Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia menggambarkan serangan AS sebagai “banditisme internasional" yang mendorong dunia menuju kekacauan dan pelanggaran hukum.
Bulan lalu, Rusia menuduh Ukraina mengirim hampir 100 drone untuk menyerang salah satu kediaman resmi Putin di Wilayah Novgorod. Menurut Moskow, semua UAV ditembak jatuh sebelum mencapai target.
Meskipun Kyiv membantah rencana untuk menyerang rumah liburan Putin, para pejabat militer Rusia kemudian menyerahkan kepada AS apa yang mereka sebut sebagai peralatan navigasi dari drone Ukraina yang jatuh, yang berisi jalur penerbangannya.
Sebelumnya Zelensky bereaksi terhadap operasi penculikan Maduro dengan mengatakan, “Jika Anda dapat melakukan itu dengan para diktator, maka Amerika Serikat tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.” Komentar Zelensky itu ditafsirkan media-media Barat sebagai seruan penculikan terhadap Putin.
Baca Juga: AS Gulingkan Maduro di Venezuela, Mengapa Putin Masih Tutup Mulut?
Ketika Trump menjawab pertanyaan dari wartawan pada pertemuannya dengan para eksekutif minyak di Gedung Putih, jurnalis Peter Doocy dari Fox News merujuk pada komentar Zelensky.
“Sepertinya dia ingin Anda pergi dan menangkap Vladimir Putin,” kata Doocy, bertanya kepada Trump, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (11/1/2026). “Apakah Anda akan pernah memerintahkan misi untuk pergi dan menangkap Vladimir Putin?”
Trump menjawab, “Ya, saya rasa itu tidak perlu. Saya selalu memiliki hubungan yang baik dengannya.”
Dia menambahkan bahwa dia sangat kecewa karena upayanya untuk menengahi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina selama setahun terakhir tidak berhasil.
Moskow telah mengecam penculikan Maduro oleh pasukan khusus AS sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan Venezuela. Utusan Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia menggambarkan serangan AS sebagai “banditisme internasional" yang mendorong dunia menuju kekacauan dan pelanggaran hukum.
Bulan lalu, Rusia menuduh Ukraina mengirim hampir 100 drone untuk menyerang salah satu kediaman resmi Putin di Wilayah Novgorod. Menurut Moskow, semua UAV ditembak jatuh sebelum mencapai target.
Meskipun Kyiv membantah rencana untuk menyerang rumah liburan Putin, para pejabat militer Rusia kemudian menyerahkan kepada AS apa yang mereka sebut sebagai peralatan navigasi dari drone Ukraina yang jatuh, yang berisi jalur penerbangannya.
(mas)
Lihat Juga :