10 Operasi CIA Penggulingan Pemerintahan di Amerika Latin, Ada Juga yang Gagal

Sabtu, 10 Januari 2026 - 16:20 WIB
loading...
A A A
Batalyon tersebut dilatih dan dipersenjatai oleh AS di bawah kebijakan Perang Dingin yang lebih besar untuk menekan pemberontakan sayap kiri di Amerika Latin. Pemerintah AS sangat meningkatkan bantuan militer ke El Salvador antara tahun 1980 dan 1982.

8. Grenada (1980-an)

Ini adalah kisah yang sudah familiar. Maurice Bishop, perdana menteri pulau kecil Karibia itu, telah mengadopsi kebijakan Marxis-Leninis setelah merebut kekuasaan sendiri pada tahun 1979 ketika perdana menteri sebelumnya, Eric Gairy, sedang berada di luar negeri.

Pada awal tahun 1980-an, AS khawatir tentang pengaruh Kuba di Grenada.

Ketika pertikaian berdarah meletus di dalam partai Bishop terkait perebutan kepemimpinan pada Oktober 1983, AS melancarkan operasi dengan kode nama Operasi Urgent Fury, menginvasi negara tersebut, menangkap warga Kuba di Grenada, dan memastikan bahwa masa depan negara itu selaras dengan prioritas AS.

9. Panama (1980-an)

AS menginvasi Panama pada tahun 1989 selama masa kepresidenan George HW Bush, seorang Republikan. Invasi tersebut disebut Operasi Just Cause.

AS mengecilkan jumlah korban jiwa dan membenarkan invasi tersebut, dengan mengatakan bahwa invasi itu dilakukan untuk menggulingkan Presiden Manuel Noriega karena dugaan perdagangan narkoba.

10. Venezuela (2025-2026)

Melansir BBC, misi tersebut membutuhkan perencanaan dan pengumpulan intelijen selama berbulan-bulan. Pada bulan Agustus, CIA diyakini telah mengirim tim petugas yang menyamar ke Venezuela.

AS tidak memiliki kedutaan yang berfungsi di negara tersebut, sehingga tim tersebut tidak dapat menggunakan perlindungan diplomatik dan bekerja di wilayah yang dikenal dalam dunia intelijen sebagai "wilayah terlarang". Mereka berada di lapangan untuk mengintai target dan merekrut orang-orang yang dapat membantu.

Para pejabat AS mengatakan bahwa mereka memiliki satu sumber tertentu yang mampu memberikan intelijen terperinci tentang keberadaan Maduro yang akan sangat penting bagi operasi tersebut.

Identitas sumber-sumber tersebut biasanya sangat dilindungi, tetapi dengan cepat terungkap bahwa itu adalah sumber "pemerintah" yang pasti sangat dekat dengan Maduro dan berada di lingkaran dalamnya untuk mengetahui ke mana dia akan pergi, dan kapan.

Hal itu telah menyebabkan spekulasi intens tentang siapa orang itu dan apa yang terjadi padanya. Tetapi identitasnya masih belum dipublikasikan.

Semua intelijen manusia di lapangan dimasukkan ke dalam "mozaik" intelijen untuk merencanakan operasi tersebut bersamaan dengan intelijen teknis seperti pemetaan dan citra satelit.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan Setidaknya 28 Orang
Tersingkir dari Piala...
Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Pemain Kolombia Dapat Ancaman Pembunuhan
Rekomendasi
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
Skuad Prancis Jadi Korban...
Skuad Prancis Jadi Korban Rasisme di Piala Dunia 2026, Bek Spanyol Meradang
PLN Hadirkan Listrik...
PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu di Siantan
Berita Terkini
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved