Serangan AS terhadap Venezuela Sebenarnya Ditujukan pada China, Ini Penjelasannya

Jum'at, 09 Januari 2026 - 11:20 WIB
loading...
Serangan AS terhadap...
Serangan AS terhadap Venezuela sebenarnya ditujukan pada China, yakni mendepak Beijing dari akses minyak yang melimpah di Caracas. Foto/X @abc13houston
A A A
WASHINGTON - Tujuan operasi kilat militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela bukan sekadar menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. Misi besar adalah mendepak China dari akses cadangan minyak terbesar di dunia yang dimiliki negara sosialis tersebut.

Jurnalis veteran Amerika, Seymour Hersh, dalam analisinya memaparkan misi besar AS tersebut. Menurutnya, alasan utama AS menargetkan Venezuela adalah karena negara Amerika Selatan itu bersedia mengekspor minyak mentahnya ke China.

Mengomentari serangan militer AS di Caracas dan penculikan Maduro, Hersh menulis pada hari Kamis, "Tujuan utama Presiden AS Donald Trump adalah untuk memutus China, saingan ekonomi Amerika, dari pembelian minyak mentah berat murah Venezuela yang berkelanjutan."

Baca Juga: Enaknya AS, Jual Minyak Venezuela Tanpa Batas Waktu dan Uangnya Masuk Rekening Amerika

“Target selanjutnya [setelah Venezuela], menurut informasi yang saya terima, adalah Iran, pemasok lain untuk China yang cadangan minyak mentahnya merupakan yang terbesar keempat di dunia,” klaim jurnalis terkemuka itu dalam sebuah artikel yang diterbitkan di situs web pribadinya, sebagaimana dikutip Russia Today.

Lihat Video: Indonesia Harus Siaga, Belajar dari Kasus Venezuela!

Dia mencatat bahwa Teheran telah melemah akibat kampanye pengeboman gabungan AS dan Israel pada Juni lalu, serta protes massal yang sedang berlangsung di seluruh negeri.

Tampil di CNN pada hari Senin, Stephen Miller, wakil kepala staf Gedung Putih dan penasihat Keamanan Dalam Negeri, mengatakan, "Sungguh tidak masuk akal jika kita membiarkan sebuah negara di halaman belakang kita sendiri menjadi pemasok sumber daya bagi musuh kita tetapi tidak bagi kita.”

Pada hari yang sama, Duta Besar AS untuk PBB Michael Waltz mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB: "Anda tidak dapat terus memiliki cadangan energi terbesar di dunia di bawah kendali musuh Amerika Serikat.”

Pada hari Selasa, ABC News mengutip sumber anonim yang mengatakan bahwa pemerintahan Trump telah menuntut agar Venezuela memutuskan hubungan ekonomi dengan Rusia, China, Iran, dan Kuba, dan sebagai gantinya bermitra secara eksklusif dengan AS dalam produksi minyak dan memberikan perlakuan khusus kepada AS dalam penjualan minyak mentahnya.

Selama penggerebekan di Caracas Sabtu lalu, pasukan khusus Delta Force AS menculik Presiden Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores, yang kemudian diterbangkan ke New York. Mereka muncul di pengadilan pada hari Senin dengan tuduhan konspirasi perdagangan narkoba, di mana keduanya mengaku tidak bersalah.

Rusia—bersama dengan banyak negara BRICS dan negara-negara Selatan lainnya—telah mengecam keras tindakan AS tersebut.

Namun, Presiden AS Donald Trump dalam komentar terbarunya menyatakan dia tidak peduli dengan hukum internasional setelah penculikan Maduro dinilai melanggar hukum internasional.

Trump mengatakan hanya moralitasnya sendiri yang dapat menghalangi ambisi globalnya. “Moralitas saya sendiri. Pikiran saya sendiri. Hanya itu yang bisa menghentikan saya,” kata Trump kepada The New York Times, yang dilansir Jumat (9/1/2026).

“Saya tidak butuh hukum internasional. Saya tidak berniat menyakiti orang lain," katanya lagi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
PBB: Israel Sengaja...
PBB: Israel Sengaja Bunuh Anak-Anak Gaza
Rekomendasi
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Swiss Tembus Babak 32...
Swiss Tembus Babak 32 Besar sebagai Juara Grup B usai Tumbangkan Kanada
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved