Jenderal Paspampres Venezuela Dipecat, Imbas Maduro Diculik Pasukan Khusus AS
Jum'at, 09 Januari 2026 - 09:11 WIB
loading...
A
A
A
Banyak dari mereka diduga tergabung dalam pengawal kehormatan presiden.
Militer Venezuela mengatakan bahwa 23 anggotanya, termasuk lima jenderal, tewas dalam serangan AS.
Beberapa pendukung pemerintah mengatakan mereka merasa "dipermalukan" oleh cara pasukan AS mengalahkan sistem pertahanan Venezuela dan pengawal pribadi Maduro untuk menangkap pemimpin Venezuela tersebut, yang kemudian diarak di depan kamera dengan pakaian penjara dan tangan terikat.
Penggantian Jenderal Marcano Tábata bisa jadi merupakan upaya presiden sementara untuk mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang dia percayai pada saat ancaman serangan AS lainnya membayanginya.
Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa pasukan AS telah menyiapkan gelombang serangan kedua tetapi menganggapnya tidak perlu saat ini.
Namun, dia berulang kali mengatakan bahwa ketidakpatuhan akan berarti Rodríguez akan "membayar harga yang sangat mahal".
Dia bukan satu-satunya di pemerintahan sementara yang dapat menjadi sasaran serangan kedua AS.
Menteri Dalam Negeri Venezuela yang garis keras, Diosdado Cabello, telah diberitahu oleh pemerintahan Trump untuk patuh, menurut laporan kantor berita Reuters, mengutip sumber anonim yang mengetahui masalah tersebut.
AS telah lama menuduh Cabello berpartisipasi dalam "konspirasi narkoba", diduga membantu pemberontak sayap kiri mengirimkan kokain ke AS.
Pada bulan Januari, Departemen Luar Negeri AS meningkatkan hadiah untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya menjadi USD25 juta.
Militer Venezuela mengatakan bahwa 23 anggotanya, termasuk lima jenderal, tewas dalam serangan AS.
Beberapa pendukung pemerintah mengatakan mereka merasa "dipermalukan" oleh cara pasukan AS mengalahkan sistem pertahanan Venezuela dan pengawal pribadi Maduro untuk menangkap pemimpin Venezuela tersebut, yang kemudian diarak di depan kamera dengan pakaian penjara dan tangan terikat.
Penggantian Jenderal Marcano Tábata bisa jadi merupakan upaya presiden sementara untuk mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang dia percayai pada saat ancaman serangan AS lainnya membayanginya.
Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa pasukan AS telah menyiapkan gelombang serangan kedua tetapi menganggapnya tidak perlu saat ini.
Namun, dia berulang kali mengatakan bahwa ketidakpatuhan akan berarti Rodríguez akan "membayar harga yang sangat mahal".
Dia bukan satu-satunya di pemerintahan sementara yang dapat menjadi sasaran serangan kedua AS.
Menteri Dalam Negeri Venezuela yang garis keras, Diosdado Cabello, telah diberitahu oleh pemerintahan Trump untuk patuh, menurut laporan kantor berita Reuters, mengutip sumber anonim yang mengetahui masalah tersebut.
AS telah lama menuduh Cabello berpartisipasi dalam "konspirasi narkoba", diduga membantu pemberontak sayap kiri mengirimkan kokain ke AS.
Pada bulan Januari, Departemen Luar Negeri AS meningkatkan hadiah untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya menjadi USD25 juta.
(mas)
Lihat Juga :