Rusia Serang Lviv Ukraina, Diduga Gunakan Rudal Hipersonik Oreshnik
Jum'at, 09 Januari 2026 - 08:34 WIB
loading...
Rusia serang wilayah Lviv, Ukraina barat, pada Kamis tengah malam. Serangan terbaru ini diduga menggunakan rudal hipersonik Oreshnik. Foto/via RIA Novosti
A
A
A
KYIV - Militer Rusia telah menyerang wilayah Lviv, Ukraina barat, pada Kamis tengah malam. Serangan terbaru ini diduga menggunakan rudal hipersonik Oreshnik yang mampu membawa hulu ledak nuklir.
Rekaman CCTV yang dibagikan oleh RIA Novosti,Jumat (9/1/2026),menunjukkan proyektil terang mendarat di wilayah Lviv Ukraina. Wilayah Lviv berbatasan dengan Polandia, negara anggota NATO.
Para pejabat Rusia belum mengonfirmasi serangan tersebut.
Baca Juga: Zelensky Minta AS Culik Kadyrov seperti Maduro, Kadyrov: Kalau Berani, Lakukan Sendiri!
Wali Kota Lviv Andriy Sadovyi dan Gubernur Oblast Lviv Maksym Kozytskyi mengonfirmasi serangan tersebut. Namun, mereka tidak menyebutkan senjata apa yang telah digunakan Rusia.
Sadovyi mengatakan bahwa militer Ukraina yang harus menentukan apakah senjata yang dikerahkan oleh pasukan Rusia adalah rudal Oreshnik. "Sebuah bagian dari infrastruktur penting telah terkena serangan," kata Sodovyi, seperti dikutip Reuters.
Beberapa saluran berita Telegram Rusia menunjukkan rudal yang diduga Oreshnik telah menghantam fasilitas gas bawah tanah di kota Striy, sekitar 60 km dari Lviv.
Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi yang kedua kalinya Moskow menggunakan rudal hipersonik Oreshnik berkemampuan nuklir di Ukraina.
Pada November 2024, Rusia menembakkan rudal Oreshnik ke sebuah pabrik senjata di Dnipro dalam apa yang digambarkan Moskow sebagai uji tempur yang sukses. Pada akhir tahun 2025, rudal-rudal tersebut telah dikirimkan ke sekutu dekat Rusia, Belarusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan daya hancur rudal Oreshnik sebanding dengan senjata nuklir, bahkan ketika dilengkapi dengan hulu ledak konvensional.
Angkatan Udara Ukraina memperingatkan ancaman rudal yang ditembakkan dari tempat uji coba Rusia di Kapustin Yar, tempat rudal Oreshnik berbasis di Rusia tenggara. Namun belum berkomentar atas serangan Rusia di Lviv.
Rekaman CCTV yang dibagikan oleh RIA Novosti,Jumat (9/1/2026),menunjukkan proyektil terang mendarat di wilayah Lviv Ukraina. Wilayah Lviv berbatasan dengan Polandia, negara anggota NATO.
Para pejabat Rusia belum mengonfirmasi serangan tersebut.
Baca Juga: Zelensky Minta AS Culik Kadyrov seperti Maduro, Kadyrov: Kalau Berani, Lakukan Sendiri!
Wali Kota Lviv Andriy Sadovyi dan Gubernur Oblast Lviv Maksym Kozytskyi mengonfirmasi serangan tersebut. Namun, mereka tidak menyebutkan senjata apa yang telah digunakan Rusia.
Sadovyi mengatakan bahwa militer Ukraina yang harus menentukan apakah senjata yang dikerahkan oleh pasukan Rusia adalah rudal Oreshnik. "Sebuah bagian dari infrastruktur penting telah terkena serangan," kata Sodovyi, seperti dikutip Reuters.
Beberapa saluran berita Telegram Rusia menunjukkan rudal yang diduga Oreshnik telah menghantam fasilitas gas bawah tanah di kota Striy, sekitar 60 km dari Lviv.
Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi yang kedua kalinya Moskow menggunakan rudal hipersonik Oreshnik berkemampuan nuklir di Ukraina.
Pada November 2024, Rusia menembakkan rudal Oreshnik ke sebuah pabrik senjata di Dnipro dalam apa yang digambarkan Moskow sebagai uji tempur yang sukses. Pada akhir tahun 2025, rudal-rudal tersebut telah dikirimkan ke sekutu dekat Rusia, Belarusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan daya hancur rudal Oreshnik sebanding dengan senjata nuklir, bahkan ketika dilengkapi dengan hulu ledak konvensional.
Angkatan Udara Ukraina memperingatkan ancaman rudal yang ditembakkan dari tempat uji coba Rusia di Kapustin Yar, tempat rudal Oreshnik berbasis di Rusia tenggara. Namun belum berkomentar atas serangan Rusia di Lviv.
(mas)
Lihat Juga :