Trump Bicara dengan Presiden Kolombia di Tengah Ketegangan Diplomatik Berpotensi Perang
Kamis, 08 Januari 2026 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
“Saya meminta agar komunikasi langsung dipulihkan antara para menteri luar negeri dan presiden. Jika tidak ada dialog, maka akan ada perang,” kata Petro.
Presiden Kolombia itu kemudian menulis di X bahwa ia dan Trump memiliki “perbedaan pendapat mengenai visinya tentang hubungan AS dengan Amerika Latin.”
Ia mengatakan bahwa ia telah mengusulkan agar AS berinvestasi dalam proyek energi bersih di wilayah tersebut daripada mencari akses ke cadangan minyak.
“Menggunakan Amerika Latin semata-mata untuk minyak akan menyebabkan kehancuran hukum internasional dan, pada akhirnya, barbarisme dan Perang Dunia III,” tulis Petro, menambahkan usulannya didasarkan pada “perdamaian, kehidupan, dan demokrasi global.”
Trump menjatuhkan sanksi kepada Petro tahun lalu dan mencabut visanya setelah pemimpin Kolombia itu mengecam apa yang disebutnya sebagai serangan AS yang “barbar” terhadap kapal-kapal yang diduga milik kartel di Karibia.
Petro berpendapat Pentagon menargetkan nelayan biasa, yang kemudian ditanggapi Trump dengan menyebut Petro sebagai “pemimpin narkoba ilegal.”
Presiden Kolombia itu kemudian menulis di X bahwa ia dan Trump memiliki “perbedaan pendapat mengenai visinya tentang hubungan AS dengan Amerika Latin.”
Ia mengatakan bahwa ia telah mengusulkan agar AS berinvestasi dalam proyek energi bersih di wilayah tersebut daripada mencari akses ke cadangan minyak.
“Menggunakan Amerika Latin semata-mata untuk minyak akan menyebabkan kehancuran hukum internasional dan, pada akhirnya, barbarisme dan Perang Dunia III,” tulis Petro, menambahkan usulannya didasarkan pada “perdamaian, kehidupan, dan demokrasi global.”
Trump menjatuhkan sanksi kepada Petro tahun lalu dan mencabut visanya setelah pemimpin Kolombia itu mengecam apa yang disebutnya sebagai serangan AS yang “barbar” terhadap kapal-kapal yang diduga milik kartel di Karibia.
Petro berpendapat Pentagon menargetkan nelayan biasa, yang kemudian ditanggapi Trump dengan menyebut Petro sebagai “pemimpin narkoba ilegal.”
Lihat Juga :