Militer AS Rampas Kapal Tanker Minyak Rusia, Mengapa Kapal Selam Moskow Tak Beraksi?

Kamis, 08 Januari 2026 - 09:59 WIB
loading...
A A A
Menurut kementerian itu, pasukan AS menaiki kapal Marinera sekitar pukul 15.00 sore waktu Moskow atau pukul 12.00 siang GMT setelah itu semua komunikasi dengan kapal itu terputus.

"Pada 24 Desember 2025, Marinera menerima izin sementara untuk mengibarkan bendera Rusia, yang dikeluarkan sesuai dengan hukum Rusia dan internasional," katanya, menambahkan bahwa serangan terhadap kapal tersebut melanggar Konvensi PBB tentang Hukum Laut, yang menjamin kebebasan navigasi di perairan internasional.

Aleksey Zhuravlyov, wakil kepala pertama komite pertahanan Duma Negara Rusia, mengecam langkah AS tersebut.

"Kita perlu memberikan respons militer: serang dengan torpedo atau tenggelamkan beberapa kapal Amerika," serunya, yang menyamakan langkah Amerika itu dengan pembajakan.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuntut AS untuk memperlakukan para awak kapal tanker tersebut dengan bermartabat. Kementeriannya menambahkan bahwa mereka memantau dengan cermat laporan tentang pengerahan pasukan Amerika di kapal Marinera berbendera Rusia.

"Mengingat informasi yang masuk mengenai keberadaan warga negara Rusia di antara awak kapal, kami menuntut agar pihak Amerika memastikan perlakuan yang manusiawi dan bermartabat terhadap mereka, menghormati hak dan kepentingan mereka secara ketat, dan tidak menghalangi kepulangan mereka dengan cepat ke tanah air mereka," kata kementerian itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Momen Horor Mahasiswi...
Momen Horor Mahasiswi Tewas Main Rope Jump, Tali Belum Terpasang Terjun 40 Meter
Rekomendasi
Pangkas BBM, PLN Borong...
Pangkas BBM, PLN Borong 500 Motor Listrik Polytron Fox 350 Buat Operasional Jawa Timur
Hello Jadoo Tampil Perdana...
Hello Jadoo Tampil Perdana di Indonesia, Yuk Meriahkan Liburan Sekolah Bersama Animasi Populer Kesayanganmu
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Berita Terkini
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved