Pasukan Khusus AS Rampas Kapal Tanker Minyak Rusia, Moskow Marah

Kamis, 08 Januari 2026 - 06:58 WIB
loading...
A A A
"Pada 24 Desember 2025, Marinera menerima izin sementara untuk mengibarkan bendera Rusia, yang dikeluarkan sesuai dengan hukum Rusia dan internasional," katanya, menambahkan bahwa serangan terhadap kapal tersebut melanggar Konvensi PBB tentang Hukum Laut, yang menjamin kebebasan navigasi di perairan internasional.

Aleksey Zhuravlyov, wakil kepala pertama komite pertahanan Duma Negara Rusia, mengecam langkah AS tersebut.

"Kita perlu memberikan respons militer: serang dengan torpedo atau tenggelamkan beberapa kapal Amerika," serunya, yang menyamakan langkah Amerika itu dengan pembajakan.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuntut AS untuk memperlakukan para awak kapal tanker tersebut dengan bermartabat. Kementeriannya menambahkan bahwa mereka memantau dengan cermat laporan tentang pengerahan pasukan Amerika di kapal Mariner berbendera Rusia di Atlantik Utara.

"Mengingat informasi yang masuk mengenai keberadaan warga negara Rusia di antara awak kapal, kami menuntut agar pihak Amerika memastikan perlakuan yang manusiawi dan bermartabat terhadap mereka, menghormati hak dan kepentingan mereka secara ketat, dan tidak menghalangi kepulangan mereka dengan cepat ke tanah air mereka," kata kementerian itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan...
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa: Kebenaran Tak Padam di Negara Kita
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved