Protes Memanas di Iran, Pemerintahan Khamenei Kewalahan Hadapi Gejolak
Rabu, 07 Januari 2026 - 07:47 WIB
loading...
A
A
A
Media yang terkait dengan pemerintah mengkonfirmasi tiga orang tewas. Mereka juga mengumumkan pada hari Selasa bahwa seorang petugas polisi ditembak mati setelah bentrokan bersenjata terjadi setelah prosesi pemakaman para demonstran yang tewas.
Di Teheran, banyak video menunjukkan para pedagang dan pemilik bisnis di Grand Bazaar, yang menutup toko mereka.
Demonstran di sana bentrok dengan pasukan keamanan dengan perlengkapan anti huru hara dan pentungan serta menggunakan gas air mata.
Orang-orang terdengar meneriakkan "kebebasan" di pasar dan meneriakkan "tidak terhormat" kepada petugas polisi. “Hukum mati saya jika Anda mau, saya bukan perusuh,” teriak seorang pria ketika ditekan oleh pasukan keamanan, disambut sorak sorai dan tepuk tangan dari kerumunan.
Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, dalam reaksi pertamanya terhadap protes minggu ini, bahwa para perusuh harus “ditempatkan pada tempatnya”.
Sementara itu, Ketua Mahkamah Agung Gholamhossein Mohseni-Ejei mengatakan, “Kami tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada para perusuh kali ini.”
Situasinya sama tegangnya di jalan-jalan dan lingkungan sekitar, tempat protes awalnya dimulai oleh para pemilik toko pada 28 Desember.
Di Teheran, banyak video menunjukkan para pedagang dan pemilik bisnis di Grand Bazaar, yang menutup toko mereka.
Demonstran di sana bentrok dengan pasukan keamanan dengan perlengkapan anti huru hara dan pentungan serta menggunakan gas air mata.
Orang-orang terdengar meneriakkan "kebebasan" di pasar dan meneriakkan "tidak terhormat" kepada petugas polisi. “Hukum mati saya jika Anda mau, saya bukan perusuh,” teriak seorang pria ketika ditekan oleh pasukan keamanan, disambut sorak sorai dan tepuk tangan dari kerumunan.
Jangan Tunjukkan Belas Kasihan
Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, dalam reaksi pertamanya terhadap protes minggu ini, bahwa para perusuh harus “ditempatkan pada tempatnya”.
Sementara itu, Ketua Mahkamah Agung Gholamhossein Mohseni-Ejei mengatakan, “Kami tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada para perusuh kali ini.”
Situasinya sama tegangnya di jalan-jalan dan lingkungan sekitar, tempat protes awalnya dimulai oleh para pemilik toko pada 28 Desember.
Lihat Juga :