Mahathir Mohamad: Kekacauan 2025 Berlanjut di 2026, Donald Trump Biang Keroknya
Selasa, 06 Januari 2026 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
Dengan klaim itu, Trump memutuskan untuk menerapkan tarif tinggi pada impor ke AS untuk mengurangi defisit yang diderita negaranya. Dia ingin semua perusahaan Amerika di luar negeri kembali ke AS.
"Perusahaan-perusahaan ini akan menciptakan lapangan kerja bagi warga Amerika dan berhenti bergantung pada impor. Untuk itu, dia telah menaikkan tarif hingga 150 persen," papar Mahathir.
"Sayangnya bagi Trump, tarif tinggi telah meningkatkan biaya di AS. Hanya orang kaya yang menikmati kehidupan yang baik di sana, sementara orang miskin menderita."
Lebih lanjut, politisi senior Malaysia mengecam sepak terjang AS di dunia internasional, di mana Washington mendestabilisasi negara-negara dengan mempromosikan perubahan rezim.
"AS mendukung perang saudara dengan dana dan senjata. Bantuan kepada negara-negara miskin telah dihentikan. Kekurangan makanan dan obat-obatan kini memengaruhi negara-negara tersebut," terang Mahathir.
"Perusahaan-perusahaan ini akan menciptakan lapangan kerja bagi warga Amerika dan berhenti bergantung pada impor. Untuk itu, dia telah menaikkan tarif hingga 150 persen," papar Mahathir.
"Sayangnya bagi Trump, tarif tinggi telah meningkatkan biaya di AS. Hanya orang kaya yang menikmati kehidupan yang baik di sana, sementara orang miskin menderita."
Lebih lanjut, politisi senior Malaysia mengecam sepak terjang AS di dunia internasional, di mana Washington mendestabilisasi negara-negara dengan mempromosikan perubahan rezim.
"AS mendukung perang saudara dengan dana dan senjata. Bantuan kepada negara-negara miskin telah dihentikan. Kekurangan makanan dan obat-obatan kini memengaruhi negara-negara tersebut," terang Mahathir.
Lihat Juga :