Mahathir Mohamad: Kekacauan 2025 Berlanjut di 2026, Donald Trump Biang Keroknya

Selasa, 06 Januari 2026 - 11:50 WIB
loading...
A A A
"Akibatnya, terjadi migrasi massal ke negara-negara maju yang stabil. Negara-negara ini sekarang harus menghadapi berbagai masalah yang disebabkan oleh para migran."

Contoh terbaru AS adalah meluncurkan operasi militer di Venezuela yang berujung dengan penculikan Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores pada Sabtu pekan lalu. Tindakan AS ini jelas melanggar hukum internasional, terlebih Maduro sebagai kepala negara memiliki kekebalan.

Mahathir juga mengkritisi apa yang terjadi di Malaysia, di mana partai-partai yang kalah dalam pemilu justru membentuk pemerintahan. "Mereka tampaknya tidak mampu mengatasi inflasi dan masalah politik. Mereka membatasi diskusi tentang ras, agama, dan para penguasa. Mereka menyensor pers," kritik Mahathir.

Menurutnya, tahun 2026 akan menyaksikan kelanjutan pemerintahan pimpinan PM Anwar Ibrahim yang dia sebut buruk. "Protes rakyat akan terus diabaikan. Para pelapor akan diselidiki dan dikenai tekanan pemerintah. Korupsi merajalela. Anggota Parlemen akan menghadapi penangguhan jika mereka berbicara," imbuh Mahathir.

Dia kembali mengecam penandatanganan perjanjian pemerintah PM Anwar Ibrahim dengan AS, yang menurutnya, telah membuat Malaysia kehilangan kemerdekaannya. "Sekarang Malaysia harus mengikuti kebijakan luar negeri Amerika, termasuk memperlakukan China sebagai musuh potensial," lanjut Mahathir.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Main Sinetron Stripping,...
Main Sinetron Stripping, Gisel Sempet Galau Pikirkan Gempi
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Berita Terkini
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved