Terungkap, Rusia Pernah Tawari AS Barter Venezuela dengan Ukraina
Selasa, 06 Januari 2026 - 10:36 WIB
loading...
A
A
A
Secara resmi, Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk tindakan AS terhadap Venezuela sebagai pelanggaran hukum internasional.
Tetapi prioritas utama Rusia adalah perang di Ukraina, di mana pemerintahan Trump sedang berupaya untuk menegosiasikan perdamaian. Kremlin sedang berusaha mencapai keseimbangan yang sulit, tidak membuat konsesi besar apa pun terkait Ukraina maupun mengasingkan Gedung Putih.
Beberapa pejabat senior dan komentator Rusia telah menyatakan kepuasan bahwa Amerika Serikat tampaknya meninggalkan hukum internasional dan menggantinya dengan kebijakan "kekuatanlah yang menentukan kebenaran", sebuah sikap yang mengingatkan pada era imperialis lebih dari seabad yang lalu, yang sama-sama dikagumi oleh Presiden Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Hukum yang terkuat jelas lebih kuat daripada keadilan biasa," tulis Dmitri Medvedev, mantan presiden Rusia yang juga sekutu dekat Putin, di media sosial, sambil menambahkan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita TASS bahwa "Washington sekarang tidak memiliki dasar, bahkan secara formal, untuk mencela negara kita."
Tetapi prioritas utama Rusia adalah perang di Ukraina, di mana pemerintahan Trump sedang berupaya untuk menegosiasikan perdamaian. Kremlin sedang berusaha mencapai keseimbangan yang sulit, tidak membuat konsesi besar apa pun terkait Ukraina maupun mengasingkan Gedung Putih.
Beberapa pejabat senior dan komentator Rusia telah menyatakan kepuasan bahwa Amerika Serikat tampaknya meninggalkan hukum internasional dan menggantinya dengan kebijakan "kekuatanlah yang menentukan kebenaran", sebuah sikap yang mengingatkan pada era imperialis lebih dari seabad yang lalu, yang sama-sama dikagumi oleh Presiden Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Hukum yang terkuat jelas lebih kuat daripada keadilan biasa," tulis Dmitri Medvedev, mantan presiden Rusia yang juga sekutu dekat Putin, di media sosial, sambil menambahkan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita TASS bahwa "Washington sekarang tidak memiliki dasar, bahkan secara formal, untuk mencela negara kita."
(mas)
Lihat Juga :