Maduro Muncul Pertama Kali di Pengadilan AS: Saya Diculik, Saya Tak Bersalah, Saya Pria Baik!
Selasa, 06 Januari 2026 - 07:15 WIB
loading...
Presiden Venezuela yang digulingkan AS, Nicolas Maduro Moros, muncul di pengadilan New York untuk pertama kalinya. Dia menegaskan dirinya diculik dan tidak bersalah. Foto/WFMZ
A
A
A
NEW YORK - Nicolas Maduro Moros, presiden Venezuela yang ditangkap pasukan khusus Amerika Serikat (AS), muncul di pengadilan Manhattan, New York, untuk pertama kalinya pada hari Senin waktu setempat. Dalam kondisi diborgol, dia menegaskan dirinya tidak bersalah.
Presiden 63 tahun yang digulingkan AS itu mengenakan pakaian penjara biru dan oranye. Dia memasuki ruang sidang dikawal oleh marshal AS setelah penangkapannya bersama sang istri; Cilia Flores, yang dramatis seperti adegan film Hollywood pada Sabtu pekan lalu.
Dia menyampaikan pernyataan ketidakbersalahannya ketika hakim federal berusia 92 tahun, Alvin Hellerstein, memintanya untuk mengonfirmasi identitasnya.
Baca Juga: Mengapa Militer Venezuela Diam Saja saat Militer AS Mengacak-acak dan Menculik Maduro?
“Saya presiden Republik Venezuela. Saya di sini diculik. Saya ditangkap di rumah saya di Caracas, Venezuela,” kata Maduro dalam bahasa Spanyol sembari mengenakan headphone hitam untuk terjemahannya sebelum hakim menghentikan pernyataannya.
“Izinkan saya intervensi—akan ada waktu dan tempat untuk membahas semua ini," sela hakim.
“Pengacara Anda akan dapat mengajukan mosi. Saat ini, saya hanya ingin tahu satu hal: Apakah Anda Nicolás Maduro Moros?” tanya hakim.
Maduro menjawab, “Saya Nicolas Maduro Moros.”
Hakim tersebut, yang diangkat oleh mantan Presiden Bill Clinton, kemudian memberi tahu Maduro tentang hak-haknya, termasuk bahwa dia tidak harus berbicara dan bahwa dia dapat memiliki pengacara yang ditunjuk pengadilan jika dia tidak mampu membayar pengacara swasta.
Di pengadilan bersama Maduro adalah pengacara ulung Barry Pollack, yang terkenal karena menegosiasikan pembebasan pendiri WikiLeaks Julian Assange pada tahun 2024 dan membantu mewakili warga Venezuela yang sedang menghadapi masalah. Dia mengisyaratkan bahwa pembelaanya akan mempertanyakan legalitas tindakan AS untuk menangkap Maduro sejak awal.
Ketika ditanya kemudian tentang pembelaannya atas berbagai tuduhan, Maduro menyatakan: "Saya tidak bersalah. Saya tidak bersalah. Saya adalah pria yang baik, presiden negara saya."
Maduro, ketika ditanya oleh Hellerstein apakah dia menyadari hak-haknya, menjawab, “Saya tidak mengetahui hak-hak ini.”
“Yang Mulia sedang memberi tahu saya tentang hal itu sekarang,” lanjut Maduro, seperti dikutip AP, Selasa (6/1/2025).
Hakim kemudian secara resmi mendakwa Maduro atas tuduhan terhadapnya, termasuk berbagai pelanggaran terorisme narkotika, narkoba, dan senjata yang dapat berujung pada hukuman mati.
Maduro dan istrinya didakwa bekerja sama dengan kartel narkoba untuk mengirimkan ribuan ton kokain ke AS selama lebih dari 20 tahun, antara tahun 1999 hingga 2025.
Maduro juga didakwa dengan terorisme narkotika karena diduga bekerja sama dengan kelompok teror, dan keduanya didakwa secara terpisah dengan “konspirasi impor kokain".
Selain itu, Maduro dan Flores didakwa memiliki senapan mesin dan konspirasi untuk memiliki senapan mesin.
Dakwaan setebal 25 halaman yang dibuka pada hari Sabtu berisi beberapa detail tambahan tentang tuduhan dalam kasus tersebut, yang menyatakan: "Maduro dan istrinya memerintahkan penculikan, pemukulan, dan pembunuhan terhadap orang-orang yang berutang uang narkoba kepada mereka atau dengan cara lain merusak operasi perdagangan narkoba mereka.”
Presiden 63 tahun yang digulingkan AS itu mengenakan pakaian penjara biru dan oranye. Dia memasuki ruang sidang dikawal oleh marshal AS setelah penangkapannya bersama sang istri; Cilia Flores, yang dramatis seperti adegan film Hollywood pada Sabtu pekan lalu.
Dia menyampaikan pernyataan ketidakbersalahannya ketika hakim federal berusia 92 tahun, Alvin Hellerstein, memintanya untuk mengonfirmasi identitasnya.
Baca Juga: Mengapa Militer Venezuela Diam Saja saat Militer AS Mengacak-acak dan Menculik Maduro?
“Saya presiden Republik Venezuela. Saya di sini diculik. Saya ditangkap di rumah saya di Caracas, Venezuela,” kata Maduro dalam bahasa Spanyol sembari mengenakan headphone hitam untuk terjemahannya sebelum hakim menghentikan pernyataannya.
“Izinkan saya intervensi—akan ada waktu dan tempat untuk membahas semua ini," sela hakim.
“Pengacara Anda akan dapat mengajukan mosi. Saat ini, saya hanya ingin tahu satu hal: Apakah Anda Nicolás Maduro Moros?” tanya hakim.
Maduro menjawab, “Saya Nicolas Maduro Moros.”
Hakim tersebut, yang diangkat oleh mantan Presiden Bill Clinton, kemudian memberi tahu Maduro tentang hak-haknya, termasuk bahwa dia tidak harus berbicara dan bahwa dia dapat memiliki pengacara yang ditunjuk pengadilan jika dia tidak mampu membayar pengacara swasta.
Di pengadilan bersama Maduro adalah pengacara ulung Barry Pollack, yang terkenal karena menegosiasikan pembebasan pendiri WikiLeaks Julian Assange pada tahun 2024 dan membantu mewakili warga Venezuela yang sedang menghadapi masalah. Dia mengisyaratkan bahwa pembelaanya akan mempertanyakan legalitas tindakan AS untuk menangkap Maduro sejak awal.
Ketika ditanya kemudian tentang pembelaannya atas berbagai tuduhan, Maduro menyatakan: "Saya tidak bersalah. Saya tidak bersalah. Saya adalah pria yang baik, presiden negara saya."
Maduro, ketika ditanya oleh Hellerstein apakah dia menyadari hak-haknya, menjawab, “Saya tidak mengetahui hak-hak ini.”
“Yang Mulia sedang memberi tahu saya tentang hal itu sekarang,” lanjut Maduro, seperti dikutip AP, Selasa (6/1/2025).
Hakim kemudian secara resmi mendakwa Maduro atas tuduhan terhadapnya, termasuk berbagai pelanggaran terorisme narkotika, narkoba, dan senjata yang dapat berujung pada hukuman mati.
Maduro dan istrinya didakwa bekerja sama dengan kartel narkoba untuk mengirimkan ribuan ton kokain ke AS selama lebih dari 20 tahun, antara tahun 1999 hingga 2025.
Maduro juga didakwa dengan terorisme narkotika karena diduga bekerja sama dengan kelompok teror, dan keduanya didakwa secara terpisah dengan “konspirasi impor kokain".
Selain itu, Maduro dan Flores didakwa memiliki senapan mesin dan konspirasi untuk memiliki senapan mesin.
Dakwaan setebal 25 halaman yang dibuka pada hari Sabtu berisi beberapa detail tambahan tentang tuduhan dalam kasus tersebut, yang menyatakan: "Maduro dan istrinya memerintahkan penculikan, pemukulan, dan pembunuhan terhadap orang-orang yang berutang uang narkoba kepada mereka atau dengan cara lain merusak operasi perdagangan narkoba mereka.”
(mas)
Lihat Juga :