Ironi Maduro, Dulu Menantang AS untuk Menangkapnya, Kini Ditangkap Beneran

Senin, 05 Januari 2026 - 13:15 WIB
loading...
Ironi Maduro, Dulu Menantang...
Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Agustus lalu menantang Amerika Serikat untuk menangkapnya. Pada Sabtu (3/1/2026), Maduro ditangkap pasukan khusus AS. Foto/The Statesman/Truth Social @realDonaldTrump
A A A
CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh pasukan khusus Amerika Serikat (AS) selama operasi militer singkat di Caracas pada Sabtu dini hari pekan lalu. Dia telah dibawa ke New York City untuk menghadapi tuduhan perdagangan narkoba.

Beberapa bulan sebelum penangkapannya, pemimpin berusia 63 tahun itu telah menantang Presiden AS Donald Trump untuk datang ke istana kepresidenan Miraflores dan menangkapnya.

"Datang dan tangkap saya. Saya akan menunggunya di sini di Miraflores. Jangan terlambat, pengecut," katanya dalam pidato berapi-api pada bulan Agustus setelah AS meningkatkan hadiah untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.

Baca Juga: Mengapa Militer Venzuela Diam Saja saat Militer AS Mengacak-acak dan Menculik Maduro?

Gedung Putih pada hari Minggu mengejek Maduro dalam sebuah video di X.

Video tersebut menampilkan montase Maduro yang mengejek AS dan cuplikan penggerebekan untuk menangkap pemimpin Venezuela tersebut dan istrinya, Cilia Flores.

Klip berdurasi 61 detik itu juga menampilkan adegan dari konferensi pers Trump tentang serangan terhadap Venezuela, di mana Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, "Maduro telah mendapat kesempatannya—sampai dia tidak mendapatkannya."

"Dia main-main dan akhirnya kena akibatnya," kata Hegseth dalam video yang kini viral, seperti dikutip NDTV, Senin (5/1/2026).

Maduro dan istrinya ditangkap dalam serangan mendadak oleh pasukan khusus AS di ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu dini hari waktu setempat. Mereka dilaporkan sedang tidur di dalam kediaman mereka di kompleks militer Ft Tiuna yang berkeamanan tinggi di Caracas selama penggerebekan sebelum subuh.

Mereka didakwa dengan "terorisme narkotika", mengekspor berton-ton kokain ke Amerika Serikat, dan kepemilikan senjata ilegal. Pasangan itu saat ini ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn.

Nicolas Maduro ditangkap setelah Donald Trump meluncurkan "Operasi Absolute Resolve", yang melibatkan pasukan elite AS, termasuk Delta Force Angkatan Darat. Tim tersebut dilaporkan membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menangkap sang pemimpin Venezuela.

Maduro dilaporkan diseret keluar saat dia mencoba melarikan diri ke ruang amannya yang diperkuat baja.

Agen intelijen AS diam-diam memantau setiap pergerakan Maduro sejak Agustus, menurut beberapa laporan media Amerika.

"Bagaimana dia bergerak, di mana dia tinggal, ke mana dia bepergian, apa yang dia makan, apa yang dia kenakan—apa hewan peliharaannya," kata Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine pada hari Sabtu saat dia menjelaskan pengawasan tersebut.

Misi tersebut juga melibatkan perencanaan dan latihan yang tepat selama berbulan-bulan.

Presiden Donald Trump mengatakan pasukan Amerika membangun replika rumah yang identik dengan rumah tempat Maduro tinggal.

Dia mengatakan dirinya menyaksikan puncak operasi militer tersebut melalui siaran langsung.

"Saya menontonnya, secara harfiah, seperti sedang menonton acara televisi," katanya kepada Fox and Friends, menggambarkan kompleks Maduro sebagai "benteng".

Trump selama berminggu-minggu mengancam serangan darat terhadap kartel narkoba di Venezuela. Dia juga mengerahkan kehadiran Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang besar di Karibia, termasuk pesawat tempur paling canggih AS dan kapal induk USS Gerald R Ford.

Trum menuduh Maduro memimpin kartel narkoba. Dia juga menyebutkan migrasi ilegal dan industri minyak negara itu sebagai alasan kebijakan agresif terhadap Venezuela.

Maduro membantah keterlibatannya dalam perdagangan narkoba, dengan mengatakan AS berusaha menggulingkannya karena Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Ekstrem! Pasangan Ini...
Ekstrem! Pasangan Ini Panjat Ujung Antena Empire State Building New York untuk Lamaran
Rekomendasi
Deteksi Dini Kanker...
Deteksi Dini Kanker Serviks, DWP BNPP RI Gelar Pemeriksaan Pap Smear Gratis
Apa Itu Playing Victim?...
Apa Itu Playing Victim? Dokter Ungkap Dampaknya pada Hubungan dan Kesehatan Mental
Ronaldo Buntu, Portugal...
Ronaldo Buntu, Portugal vs Kroasia Tanpa Gol di Babak Pertama
Berita Terkini
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved