Langka, Kuba Akui 32 Perwiranya Tewas dalam Operasi Militer AS di Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 - 11:55 WIB
loading...
Langka, Kuba Akui 32...
Kuba akui 32 perwiranya tewas dalam operasi militer AS di Venezuela. Foto/Screenshot video ABC News
A A A
HAVANA - Pemerintah Kuba pada hari Minggu menyampaikan pengakuan langka, yakni 32 perwiranya tewas dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela pada Sabtu lalu.

Pengumuman itu muncul ketika pasukan khusus AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, selama operasi tersebut.

Para perwira militer dan polisi Kuba sedang menjalankan misi yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba dan Kementerian Dalam Negeri atas permintaan pemerintah Venezuela, menurut pernyataan yang disiarkan stasiun televisi pemerintah Kuba pada Minggu malam.

Baca Juga: Mengapa Militer Venezuela Diam Saja saat Militer AS Mengacak-acak dan Menculik Maduro?

Apa yang dikerjakan oleh pasukan Kuba di negara Amerika Selatan itu tidak jelas, tetapi Kuba adalah sekutu dekat Venezuela dan telah mengirim pasukan militer dan polisi untuk membantu operasi selama bertahun-tahun.

"Sebagai akibat dari serangan kriminal yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat...32 warga Kuba kehilangan nyawa dalam aksi tempur, menjalankan misi atas nama Angkatan Bersenjata Revolusioner dan Kementerian Dalam Negeri, atas permintaan rekan-rekan dari negara Amerika Selatan tersebut," kata pemerintah Kuba di halaman Facebook resminya pada Minggu malam, seperti dikutip Newsweek, Senin (5/1/2026).

Kematian warga Kuba pertama kali diungkap Presiden AS Donald Trump, tak lama setelah penangkapan Maduro.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Ini Penyebab Dasar Laut...
Ini Penyebab Dasar Laut Filipina Terangkat 2 Meter akibat Gempa Dahsyat M7,8
Rekomendasi
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Berita Terkini
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved