Jika Sama-sama Penjahat, Mengapa AS Tangkap Maduro tapi Tak Tangkap Netanyahu?

Senin, 05 Januari 2026 - 09:28 WIB
loading...
Jika Sama-sama Penjahat,...
AS tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro atas kejahatan narkoba, namun tidak menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu atas kejahatan perang di Gaza. Foto/X @TehranTimes79
A A A
JAKARTA - Dunia internasional telah diguncang oleh peristiwa luar biasa di awal 2026. Amerika Serikat (AS) melakukan operasi militer dan taktis ke Venezuela, menangkap Presiden Nicolas Maduro dan membawa mereka ke New York untuk menghadapi dakwaan federal terkait narkotika, terorisme, dan senjata.

Pemerintah Presiden Donald Trump mendanai operasi militer terhadap Venezuela sebagai “penegakan hukum” di luar negeri.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang dan kemanusiaan terkait perang brutal Israel di Gaza. Namun, dia tidak pernah ditangkap saat berkunjung ke AS dan negara-negara sahabat Amerika.

Ini memunculkan pertanyaan: mengapa pendekatan berbeda ini terjadi?

Baca Juga: Venezuela Sebut Israel Terlibat Penculikan Maduro oleh Pasukan Khusus AS

Kasus Nicolás Maduro, Tuduhan Narkoba sebagai Kejahatan Universal?


Menurut laporan AP, operasi penangkapan terhadap Maduro yang berlangsung di Caracas dan diikuti oleh penerbangannya ke AS, bersandar pada indictment atau surat dakwaan Departemen Kehakiman AS yang menuduhnya memimpin jaringan narkoba internasional, termasuk konspirasi mengirim kokain dan terorisme narkotika.

Secara hukum domestik AS, tindak pidana narkotika yang melintasi yurisdiksi negara, khususnya yang menyasar pasar AS, dapat memberikan dasar yurisdiksi kuat bagi otoritas federal AS untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan atau arrest warrant dan mengejar individu di luar negeri—terlebih jika ada bukti operasi jaringan kejahatan yang berkolaborasi dengan kartel narkoba internasional.

Tantangan terbesarnya biasanya adalah penegakan terhadap tersangka yang berada di negara berdaulat lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Konflik AS-Iran Memanas,...
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Nyaris 12 Persen dalam Sepekan
Rekomendasi
Wakil Ketua Komisi VIII...
Wakil Ketua Komisi VIII DPR: Integrasi Zakat-Pajak Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat
Siapkan Relawan Tangguh...
Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Berita Terkini
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Infografis
Iran: 2 Kapal Induk...
Iran: 2 Kapal Induk Nuklir AS Tak akan Berani Menyerang!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved