Venezuela Sebut Israel Terlibat Penculikan Maduro oleh Pasukan Khusus AS

Senin, 05 Januari 2026 - 07:25 WIB
loading...
Venezuela Sebut Israel...
Venezuela sebut Zionis Israel terlibat dalam operasi penculikan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan khusus AS di Caracas. Foto/The Aviation Geek Club/White House
A A A
CARACAS - Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengatakan operasi pasukan khusus Delta Force Amerika Serikat (AS) yang menculik Nicolás Maduro melibatkan Zionis Israel. Operasi penculikan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diwarnai dengan serangan terhadap situs-situs militer Venezuela pada Sabtu lalu.

Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Rodríguez mengecam keras tindakan AS.

"Pemerintah di seluruh dunia terkejut bahwa Republik Bolivarian Venezuela telah menjadi korban dan target serangan seperti ini, yang tidak diragukan lagi memiliki nuansa Zionis," katanya.

Baca Juga: Trump Ancam Penerus Maduro Lebih Tragis Jika Venezuela Tak Turuti Maunya AS

"Serangan terhadap Venezuela adalah tindakan Zionis,” lanjut Rodríguez, seperti dikutip i24News, Senin (5/1/2026).

Dia kemudian memperingatkan mereka yang berada di balik operasi AS tersebut. “Para ekstremis yang telah mempromosikan agresi bersenjata terhadap negara kita—sejarah dan keadilan akan membuat mereka membayar," kata pemimpin perempuan penerus Maduro tersebut.

Komentarnya muncul beberapa jam setelah pasukan khusus AS menculik presiden Venezuela yang digulingkan, Nicolás Maduro, di ibu kota Caracas, sementara jet tempur Amerika secara bersamaan membombardir instalasi dan pangkalan militer utama di seluruh negeri pada Sabtu dini hari.

Rodríguez adalah sekutu dekat Maduro yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden. Dia kemudian ditunjuk sebagai kepala negara sementara berdasarkan putusan dari Mahkamah Agung Venezuela.

Maduro sendiri telah menggunakan narasi serupa dalam beberapa bulan terakhir. Pada bulan November, dia menuduh aktor-aktor yang tidak disebutkan namanya berupaya menyerahkan Venezuela kepada kekuatan musuh, dengan menyatakan: “Ada pihak-pihak yang ingin menyerahkan negara ini kepada iblis—Anda tahu siapa, kan? Zionis sayap kanan ingin menyerahkan negara ini kepada iblis,” dalam pidatonya kepada Komite Basis Integral Bolivarian.

Israel termasuk di antara sedikit negara yang secara terbuka menyambut operasi AS, meskipun ada kritik internasional yang luas yang menggambarkan langkah tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.

“Israel memuji operasi Amerika Serikat, yang dipimpin oleh Presiden [AS Donald] Trump, yang bertindak sebagai pemimpin dunia bebas,” kata Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar di X.

“Pada momen bersejarah ini, Israel berdiri bersama rakyat Venezuela yang mencintai kebebasan, yang telah menderita di bawah tirani ilegal Maduro," paparnya.

Operasi AS tersebut menuai kecaman keras di seluruh Amerika Selatan, termasuk dari Brasil, Kolombia, dan Chile, serta dari sekutu utama Venezuela, Rusia, China, dan Iran.

Kritik juga muncul di dalam Amerika Serikat, di mana para anggota Parlemen dari Partai Demokrat menggambarkan serangan itu sebagai "ilegal", yang meningkatkan pengawasan terhadap tindakan Washington dan implikasinya terhadap stabilitas regional.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved