Trump Sebut Operasi Pasukan Delta Sangat Brilian, Presiden Maduro Akan Diadili di AS

Sabtu, 03 Januari 2026 - 18:03 WIB
loading...
Trump Sebut Operasi...
Presiden AS Donald Trump puji operasi pasukan Delta saat menangkap Nicolas Maduro sebagai operasi brilian. Foto/X/@TommyShelby_30
A A A
CARACAS - AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk diadili di AS. Itu diungkapkan Senator Utah Mike Lee berdasarkan informasi dari Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

“Dia memberi tahu saya bahwa Nicolás Maduro telah ditangkap oleh personel AS untuk diadili atas tuduhan kriminal di Amerika Serikat, dan bahwa tindakan militer yang kita lihat malam ini dilakukan untuk melindungi dan membela mereka yang menjalankan surat perintah penangkapan,” tulis Senator Utah Mike Lee di X pada Sabtu pagi, dilansir CBS.

“Tindakan ini kemungkinan termasuk dalam wewenang inheren presiden berdasarkan Pasal II Konstitusi untuk melindungi personel AS dari serangan aktual atau yang akan segera terjadi,” tambah Lee.

Sebelumnya pada Sabtu pagi, Lee telah menyampaikan kekhawatiran tentang serangan tersebut, menulis di X: “Saya berharap untuk mengetahui apa, jika ada, yang secara konstitusional dapat membenarkan tindakan ini tanpa adanya deklarasi perang atau otorisasi untuk penggunaan kekuatan militer.”

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan pada Sabtu pagi bahwa AS telah melakukan "serangan skala besar terhadap Venezuela" dan bahwa Presiden Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diungsikan dari negara itu.

“Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang telah ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar dari negara itu,” tulisnya di Truth Social.

Menurut The New York Times, Trump menolak menjawab pertanyaan tentang apakah dia telah meminta otorisasi kongres untuk serangan itu, dengan mengatakan dia akan membahasnya pada konferensi persnya yang akan datang.

“Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS. Detailnya akan menyusul. Akan ada konferensi pers hari ini pukul 11 pagi, di Mar-a-Lago,” tambahnya.

Dalam wawancara telepon singkat dengan The New York Times tak lama setelah pengumumannya, Trump memuji apa yang disebutnya sebagai operasi yang brilian.”

Baca Juga: AS Serang Venezuela, Trump Klaim Berhasil Tangkap Presiden Maduro dan Istri

“Banyak perencanaan yang bagus dan banyak pasukan serta orang-orang hebat,” kata Trump kepada Times. “Sebenarnya itu adalah operasi yang brilian.”

Sementara itu, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez mengatakan pemerintah tidak mengetahui keberadaan Presiden Nicolás Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Sabtu pagi bahwa AS melakukan "serangan skala besar terhadap Venezuela" dan bahwa Maduro dan istrinya telah ditangkap dan dibawa keluar negeri.

"Kami menuntut bukti segera dari pemerintah Presiden Donald Trump mengenai keberadaan Presiden Maduro dan Ibu Negara," kata Rodríguez dalam panggilan audio ke stasiun televisi pemerintah VTV Venezuela.

Ia menambahkan bahwa serangan AS telah merenggut nyawa para pejabat, personel militer, dan warga sipil di seluruh negeri.

Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López mengatakan serangan AS pada hari Sabtu berdampak pada daerah perkotaan di seluruh Venezuela dengan rudal dan roket yang ditembakkan dari helikopter tempur Amerika.

Ia mengatakan Venezuela saat ini sedang mengumpulkan informasi tentang jumlah orang yang tewas dan terluka, dan mengkonfirmasi bahwa instalasi militer Fort Tiuna di Caracas diserang.

Lopez menegaskan negara itu akan menolak kehadiran pasukan asing di negara tersebut.

“Invasi ini merupakan penghinaan terbesar yang pernah diderita negara ini,” tambahnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Kejutan! Paraguay Singkirkan...
Kejutan! Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Berita Terkini
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Infografis
10 Pasukan Khusus Terganas...
10 Pasukan Khusus Terganas di Dunia, Indonesia Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved