Zohran Mamdani Resmi Dilantik sebagai Wali Kota New York City
Kamis, 01 Januari 2026 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
Selain menjadi wali kota Muslim pertama di kota itu, Mamdani juga merupakan wali kota pertama keturunan Asia Selatan dan yang pertama lahir di Afrika.
Pada usia 34 tahun, Mamdani adalah wali kota termuda di kota itu dalam beberapa generasi.
Dalam kampanye yang membantu menjadikan "keterjangkauan" sebagai kata kunci di seluruh spektrum politik, sosialis demokrat ini berjanji membawa perubahan transformatif dengan kebijakan yang bertujuan menurunkan biaya hidup di salah satu kota termahal di dunia.
Platformnya mencakup penitipan anak gratis, bus gratis, pembekuan sewa untuk sekitar 1 juta rumah tangga, dan program percontohan toko kelontong yang dikelola kota.
Namun, ia juga harus menghadapi tanggung jawab lain: Menangani sampah, salju, dan tikus, sambil disalahkan atas keterlambatan kereta bawah tanah dan lubang di jalan.
Mamdani juga harus berurusan dengan Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump.
Selama pemilihan wali kota, Trump mengancam akan menahan dana federal dari kota itu jika Mamdani menang, mempertimbangkan mengirim pasukan Garda Nasional ke Kota New York, dan menyarankan agar Mamdani dideportasi.
Ia juga menyebut Mamdani sebagai "100% Komunis Gila" dalam unggahan media sosial.
Pada usia 34 tahun, Mamdani adalah wali kota termuda di kota itu dalam beberapa generasi.
Dalam kampanye yang membantu menjadikan "keterjangkauan" sebagai kata kunci di seluruh spektrum politik, sosialis demokrat ini berjanji membawa perubahan transformatif dengan kebijakan yang bertujuan menurunkan biaya hidup di salah satu kota termahal di dunia.
Platformnya mencakup penitipan anak gratis, bus gratis, pembekuan sewa untuk sekitar 1 juta rumah tangga, dan program percontohan toko kelontong yang dikelola kota.
Namun, ia juga harus menghadapi tanggung jawab lain: Menangani sampah, salju, dan tikus, sambil disalahkan atas keterlambatan kereta bawah tanah dan lubang di jalan.
Ketegangan dengan Trump
Mamdani juga harus berurusan dengan Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump.
Selama pemilihan wali kota, Trump mengancam akan menahan dana federal dari kota itu jika Mamdani menang, mempertimbangkan mengirim pasukan Garda Nasional ke Kota New York, dan menyarankan agar Mamdani dideportasi.
Ia juga menyebut Mamdani sebagai "100% Komunis Gila" dalam unggahan media sosial.
Lihat Juga :