Rusia Rilis Video Drone Ukraina Serang Kediaman Putin, Zelensky Tak Bisa Menyangkal Lagi

Kamis, 01 Januari 2026 - 05:47 WIB
loading...
Rusia Rilis Video Drone...
Rusia merilis video salah satu dari 91 drone yang menyerang kediaman negara Presiden Vladimir Putin. Video ini membuat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tak bisa menyangkal lagi. Foto/Screenshot video Kementerian Pertahanan Rusia
A A A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia telah merilis video yang menunjukkan salah satu dari 91 drone kamikaze jarak jauh Ukraina yang ditembak jatuh selama serangan yang gagal ke kediaman negara Presiden Vladimir Putin pada Minggu malam hingga Senin dini hari. Video tersebut akan membuat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tak bisa menyangkal lagi.

Militer Rusia mengatakan semua 91 UAV yang diluncurkan Kyiv ke kompleks kediaman negara Presiden Putin di Novgorod pada malam 28-29 Desember telah dihancurkan.

Seorang prajurit Rusia yang muncul dalam klip yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan pada hari Rabu mengatakan bahwa drone yang jatuh itu adalah UAV pengintai dan serang Chaklun-V buatan Ukraina yang telah dimodifikasi.

Baca Juga: Ukraina Luncurkan 91 Drone Kamikaze ke Kediaman Putin, Rusia Ancam Balas Dendam

Menurut prajurit itu, drone tersebut terkena di bagian ekor oleh sistem pertahanan udara Rusia tetapi sebagian besar tetap utuh, yang merupakan kejadian unik.

"Hulu ledak UAV yang belum meledak itu diisi dengan sejumlah besar elemen penyerang dan dimaksudkan untuk melenyapkan personel dan target sipil,” imbuh prajurit Rusia dalam video tersebut.

Kementerian Pertahanan mengatakan dalam pernyataan terpisah, "Kami telah menyajikan bukti tak terbantahkan tentang serangan teroris yang direncanakan oleh rezim Kyiv di kediaman Presiden Rusia.”

"Volodymyr Zelensky dari Ukraina, yang menyangkal bahwa serangan drone itu terjadi, entah tidak menyadari situasi sebenarnya atau hanya berbohong seperti biasanya,” imbuh pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (1/1/2026).

Kementerian Pertahanan juga menerbitkan peta yang menunjukkan rute UAV Ukraina yang menargetkan kompleks kepresidenan Rusia. Menurut skema tersebut, sistem pertahanan udara Rusia menembak jatuh 49 drone di atas Wilayah Bryansk, satu di atas Wilayah Smolensk dan 41 lainnya di atas Wilayah Novgorod.

Baca Juga: Ukraina Sangkal Serangan 91 Drone Kamikaze ke Kediaman Putin: 'Ini Kebohongan Rusia'

Kremlin sebelumnya menyatakan bahwa serangan pesawat tak berawak Ukraina tidak hanya ditujukan terhadap Putin. "Tetapi juga terhadap upaya Presiden [Amerika Serikat] Donald Trump untuk memfasilitasi penyelesaian damai konflik Ukraina," katanya.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyangkal bahwa militer Kyiv telah meluncurkan serangan 91 drone kamikaze terhadap kediaman negara Presiden Putin. "Ini adalah kebohongan lain dari Rusia," kata Zelensky pada Selasa lalu, sembari memperingatkan rakyatnya bahwa klaim Rusia itu akan dijadikan dalih untuk membenarkan serangan baru terhadap Kyiv.

"Mereka hanya mempersiapkan lahan untuk melakukan serangan, mungkin di ibu kota dan mungkin di gedung-gedung pemerintah," kata Zelensky.

“Semua orang harus waspada sekarang, benar-benar semua orang. Serangan terhadap ibu kota mungkin akan dilakukan, terutama karena orang ini [Putin]...mengatakan mereka akan memilih target yang sesuai," paparnya.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha, dalam unggahan di X, menyatakan Rusia telah membuat klaim palsu tentang serangan 91 drone tersebut.

"Manipulasi Rusia mengenai dugaan upaya untuk menyerang kediaman Putin adalah rekayasa hanya untuk satu alasan: untuk menciptakan dalih dan pembenaran palsu bagi serangan Rusia lebih lanjut terhadap Ukraina, serta untuk melemahkan dan menghambat proses perdamaian," paparnya.

"Taktik Rusia yang biasa: menuduh pihak lain melakukan atau merencanakan apa yang Anda lakukan sendiri," ujarnya. "Pertama, Rusia telah menyerang gedung pemerintah Ukraina tahun ini. Kedua, Ukraina hanya menyerang target militer yang sah di wilayah Rusia—sebagai tanggapan atas serangan Rusia terhadap Ukraina," terangnya.

"Ketiga, Rusia adalah agresor, dan Ukraina adalah negara yang telah diserang dan membela diri sesuai dengan pasal 51 Piagam PBB. Tidak boleh ada kesamaan yang keliru antara agresor dan negara yang membela diri."

Dia mendesak dunia internasional untuk mengutuk pernyataan provokatif Rusia yang bertujuan untuk menggagalkan proses perdamaian yang konstruktif. "Ukraina tetap berkomitmen pada upaya perdamaian yang dipimpin oleh Amerika Serikat, dengan partisipasi mitra-mitra Eropa," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
Presiden Ukraina Zelensky:...
Presiden Ukraina Zelensky: China Memasok Senjata ke Rusia!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved