Tepati Janji, Li Meng Yan Rilis Bukti Covid-19 Dibuat di Lab Militer Komunis China

Rabu, 16 September 2020 - 11:52 WIB
loading...
A A A
Dia mengatakan banyak data dan bukti, serta contoh sebelumnya yang berasal dari alam. "Kami tidak memiliki bukti atau data yang sama sekali tentang hal ini yang memiliki hubungan ke laboratorium," katanya.

Dr Angela Rasmussen, pakar infeksi dan kekebalan di Universitas Columbia, New York, mengatakan situs tempat virus berikatan dengan sel manusia memiliki "sub-optimal" yang cocok, menunjukkan bahwa situs itu tidak dirancang.

Lebih lanjut, kata dia, tidak ada kesamaan genetik dengan tulang punggung virus lain yang digunakan dalam sistem rekayasa virus mana pun yang diketahui. "Ini menunjukkan bahwa virus ini tidak direkayasa," ujarnya.

Trevor Bedford, dari Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle, mengatakan kepada Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Sains pada bulan Februari; "Tidak ada bukti apapun dari rekayasa genetika yang dapat kami temukan."

"Bukti yang kami miliki adalah bahwa mutasi (pada virus) sepenuhnya konsisten dengan evolusi alam," katanya.

Pada saat itu lebih dari 100 urutan genetik virus telah diterbitkan. Teori yang lebih dapat diterima secara luas menunjukkan bahwa virus berasal dari kelelawar sebelum melompat ke manusia melalui sumber perantara kedua.

Dr Li Meng Yan menulis dalam makalahnya bahwa teori virus berasal dari alam dan pasar daging di Wuhan adalah "tabir asap". Dia mengklaim telah diberitahu oleh para ilmuwan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular) yang bekerja di China.

Dia sebelumnya menuduh pihak Beijing menutup-nutupi pandemi virus corona baru tersebut.

Li Meng Yan mengklaim dia melarikan diri ke Hong Kong dan kemudian melarikan diri ke Amerika Serikat pada bulan April untuk "meningkatkan kesadaran" masyarakat dunia tentang pandemi.

Dia mengklaim dia bekerja di Hong Kong’s School of Public Health, di mana laboratoriumnya menjadi referensi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun, dia mengaku dihentikan setelah mencoba memperingatkan orang-orang tentang penularan virus dari manusia ke manusia pada bulan Desember.

Dia juga mengklaim bahwa sebelum meninggalkan China informasinya telah dihapus dari database pemerintah China.

Namun, pihak Hong Kong’s School of Public Health membantah bahwa Li Meng Yan pernah melakukan penelitian tentang penularan dari virus manusia ke manusia dan mengatakan pernyataannya tidak memiliki dasar ilmiah.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan Setidaknya 28 Orang
Intelijen Israel Bisiki...
Intelijen Israel Bisiki AS, Iran Ingin Bunuh Trump
Rekomendasi
Bertolak ke NTB, Presiden...
Bertolak ke NTB, Presiden Prabowo Bakal Resmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat
Harlah ke-28, PKB Canangkan...
Harlah ke-28, PKB Canangkan Gerakan Tanam Sejuta Pohon Nasional
Dulu Diperebutkan hingga...
Dulu Diperebutkan hingga Rp1,6 Juta per Barel, Kini Minyak Dunia Malah Mencari Pembeli
Berita Terkini
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Mahathir Mohamad Genap...
Mahathir Mohamad Genap 101 Tahun, Dokter yang Sulap Wajah Malaysia Modern
Mojtaba Akan Pimpin...
Mojtaba Akan Pimpin Doa untuk Ayatollah Ali Khamenei, Bakal Muncul untuk Pertama Kalinya?
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved