Serangan Darat Pertama di Venezuela, Trump Klaim AS Hancurkan Fasilitas Besar

Selasa, 30 Desember 2025 - 21:27 WIB
loading...
Serangan Darat Pertama...
Kapal perang AS mengepung wilayah maritim Venezuela. Foto/anadolu
A A A
CARACAS - Presiden Donald Trump menyatakan pasukan Amerika Serikat (AS) menghancurkan satu "fasilitas besar" di sepanjang pantai Venezuela. Ini tampaknya merupakan serangan darat pertama yang diketahui AS di negara tersebut.

Pada hari Jumat, Trump pertama kali menyebutkan aksi militer AS dalam wawancara di radio WABC, dengan mengatakan, “Kami baru saja menghancurkan… satu pabrik besar atau fasilitas besar tempat kapal-kapal itu berasal. Jadi kami menyerang mereka dengan sangat keras.”

Berbicara di Mar-a-Lago bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Senin, Trump menggambarkan target tersebut sebagai area "implementasi" yang diduga terkait dengan perdagangan narkoba.

“Terjadi ledakan besar di area dermaga tempat mereka memuat kapal-kapal dengan narkoba,” katanya.

Detail seputar operasi tersebut masih minim. Lokasi fasilitas, metode serangan, kerusakan yang ditimbulkan, dan kemungkinan korban jiwa saat ini masih belum diketahui.

Pentagon dan Komando Selatan AS telah menyerahkan pertanyaan kepada Gedung Putih, yang belum mengeluarkan komentar.

Trump sebelumnya mengisyaratkan AS dapat melancarkan serangan darat di dalam Venezuela dan telah mengizinkan operasi rahasia CIA di negara tersebut sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk menekan Presiden Nicolas Maduro.
Presiden AS menolak mengklarifikasi apakah CIA terlibat dalam serangan terbaru tersebut.

“Saya tidak ingin mengatakan itu,” ujar Trump. “Saya tahu persis siapa pelakunya, tetapi saya tidak ingin mengatakan siapa pelakunya. Tapi Anda tahu, itu terjadi di sepanjang pantai.”

Pemerintah Venezuela belum secara terbuka mengakui dugaan serangan tersebut. Caracas berulang kali membantah terlibat dalam perdagangan narkoba, dengan mengatakan tuduhan tersebut dibuat-buat untuk membenarkan operasi perubahan rezim.

Langkah ini menyusul meningkatnya ketegangan antara AS dan Venezuela selama berbulan-bulan, dengan militer AS menyerang setidaknya 30 kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba sejak awal September, yang mengakibatkan setidaknya 107 kematian.

AS telah meningkatkan kehadiran militernya di Karibia, dengan 15.000 tentara dan beberapa kapal perang ditempatkan di wilayah tersebut.

AS juga telah menyita beberapa kapal tanker yang mengangkut minyak Venezuela di perairan internasional, dengan alasan kapal-kapal tersebut beroperasi melanggar sanksi sepihak Washington.

Pihak berwenang di Caracas mengecam penyitaan tersebut sebagai "pembajakan," sambil menuduh Trump mencoba menguasai cadangan minyak negara itu.

Baca juga: Warga Palestina Pertaruhkan Nyawa Mereka Seberangi Tembok Pemisah untuk Mencapai Yerusalem
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Iran Ekspor 40 Juta...
Iran Ekspor 40 Juta Barel Minyak Sejak Teken MoU dengan AS, Harga Dinaikkan 20%
Rekomendasi
Daud Joseph Mundur dari...
Daud Joseph Mundur dari Dirut PT Pos Indonesia usai Penggabungan BUMN Logistik
Siapkan Generasi Unggul,...
Siapkan Generasi Unggul, Yayasan Pendidikan Islam RUS Kudus Hadirkan SMP Internasional
Prabowo: Indonesia-Belarus...
Prabowo: Indonesia-Belarus Sepakat Mendukung Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Berita Terkini
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Infografis
Demo Menentang Presiden...
Demo Menentang Presiden AS Donald Trump Digelar di Penjuru Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved