Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:04 WIB
loading...
A A A
Arab Saudi menggemakan kekhawatiran tersebut. Pada 25 Desember, Kerajaan mengatakan bahwa pergerakan militer STC baru-baru ini dilakukan secara sepihak, yang mengakibatkan “eskalasi yang tidak dapat dibenarkan” yang merugikan kepentingan rakyat Yaman, perjuangan Selatan, dan upaya koalisi.

Dalam pernyataan yang dimuat oleh Kantor Berita Saudi (SPA), Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa Riyadh secara konsisten memprioritaskan persatuan Yaman dan telah mengerahkan segala upaya untuk mencari solusi damai di provinsi-provinsi yang terdampak, Hadramaut dan Al-Mahra.

Dalam kerangka kerja tersebut, pernyataan itu mengatakan, Arab Saudi bekerja sama dengan UEA, Al-Alimi, dan pemerintah Yaman untuk mengendalikan situasi.

3. Pasukan Saudi dan UEA Dikirim ke Yaman

Tim militer gabungan Saudi-Emirat dikirim ke Aden untuk mengatur kembalinya pasukan STC ke posisi mereka sebelumnya di luar kedua provinsi tersebut dan untuk menyerahkan kamp-kamp kepada Pasukan Perisai Nasional dan otoritas lokal di bawah pengawasan koalisi.

Menteri Pertahanan Saudi Pangeran Khalid bin Salman mengatakan pada hari Sabtu bahwa menanggapi permintaan pemerintah Yaman yang sah, Kerajaan telah "menyatukan negara-negara bersaudara untuk berpartisipasi dalam koalisi yang mendukung legitimasi" untuk memulihkan "kendali negara Yaman atas seluruh wilayahnya."

Dalam sebuah unggahan di X, Pangeran Khalid mendesak STC untuk menanggapi upaya mediasi Saudi-Emirat dan menarik diri dari dua provinsi selatan serta “menyerahkannya secara damai kepada pasukan Perisai Nasional dan otoritas lokal.”

“Masalah selatan akan tetap ada dalam setiap penyelesaian politik komprehensif dan harus diselesaikan melalui konsensus, menghormati komitmen dan membangun kepercayaan di antara semua warga Yaman, bukan melalui petualangan yang hanya melayani musuh semua orang,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa dimulainya kembali pertempuran di Yaman dapat berdampak luas di Laut Merah, Teluk Aden, dan Tanduk Afrika.

“Tindakan sepihak tidak akan membuka jalan menuju perdamaian,” katanya pada 17 Desember. “Tindakan tersebut memperdalam perpecahan, memperkeras posisi, dan meningkatkan risiko eskalasi yang lebih luas dan fragmentasi lebih lanjut.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Dorong Saudi...
Perang Iran Dorong Saudi untuk Memiliki Senjata Nuklir, Tapi Kenapa Diganjal Trump?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Iran Nyatakan Selat...
Iran Nyatakan Selat Hormuz Tetap Ditutup Sampai AS Penuhi Syarat Teheran
Brutal! Serangan Iran...
Brutal! Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Tewaskan 2 Tentara AS, 1 Personel Hilang
Rekomendasi
Rano Karno Jagokan Spanyol...
Rano Karno Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Prediksi Unggul Tipis dari Argentina
Seskab Teddy dan Menteri...
Seskab Teddy dan Menteri Ara Sirait Bahas Target Bedah 400.000 Rumah
Tingkatkan Kompetensi...
Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, USN Kolaka Kolaborasi dengan Ceria-Micromine
Berita Terkini
5 Alasan Kematian 16...
5 Alasan Kematian 16 Tentara AS Picu Perang Iran Masuk ke Babak Baru yang Berbahaya
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Berapa Banyak Jumlah...
Berapa Banyak Jumlah Tentara AS yang Tewas selama Perang Iran?
5 Strategi Jitu Tingkatkan...
5 Strategi Jitu Tingkatkan Popularitas, PM Anwar Ibrahim Gunakan Kembaran ala PMX.AI
Pakar Militer Israel...
Pakar Militer Israel Akui Iran Berperang Melawan AS seperti Negara Adidaya Modern, Ini 4 Alasannya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved