Ukraina Luncurkan 91 Drone Kamikaze ke Kediaman Putin, Rusia Ancam Balas Dendam
Selasa, 30 Desember 2025 - 06:41 WIB
loading...
Moskow menyatakan Ukraina telah meluncurkan serangan 91 drone kamikaze ke kediaman negara Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/Sputniknews
A
A
A
MOSKOW - Militer Ukraina telah meluncurkan serangan 91 drone kamikaze jarak jauh ke kediaman negara Presiden Rusia Vladimir Putin di Wilayah Novgorod pada Minggu malam. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Senin malam mengungkap serangan tersebut.
Menurut Lavrov, rezim Kyiv telah sepenuhnya beralih ke kebijakan terorisme negara, dan Moskow akan meninjau posisi negosiasinya sesuai dengan itu.
“Semua kendaraan udara tak berawak dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Angkatan Bersenjata Rusia,” kata Lavrov, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Selasa (30/12/2025).
Baca Juga: Trump: Kesepakatan Akhiri Perang Rusia-Ukraina Lebih Dekat dari Sebelumnya
"Serangan itu terjadi di tengah negosiasi intensif antara Rusia dan Amerika Serikat,” lanjut diplomat senior tersebut, menambahkan bahwa “tindakan sembrono” Kyiv tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
Menurutnya, Moskow telah menetapkan target dan waktu serangan balasan yang akan datang.
Lavrov mengatakan serangan ini pasti akan memengaruhi proses penyelesaian perang Rusia-Ukraina, tanpa memberikan detail pasti tentang potensi perubahan posisi Rusia.
“Kami tidak bermaksud untuk menarik diri dari proses negosiasi dengan AS. Namun, mengingat kemerosotan total rezim kriminal Kyiv, yang telah beralih ke kebijakan terorisme negara, posisi negosiasi Rusia akan direvisi,” kata Lavrov.
Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan tegas membantah serangan terhadap kediaman negara Putin. Menurutnya, Moskow hanya mencari dalih untuk membahayakan kemajuan yang telah dicapai AS dan Ukraina, dan menyerang kawasan pemerintahan di Kyiv.
Menurut Lavrov, rezim Kyiv telah sepenuhnya beralih ke kebijakan terorisme negara, dan Moskow akan meninjau posisi negosiasinya sesuai dengan itu.
“Semua kendaraan udara tak berawak dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Angkatan Bersenjata Rusia,” kata Lavrov, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Selasa (30/12/2025).
Baca Juga: Trump: Kesepakatan Akhiri Perang Rusia-Ukraina Lebih Dekat dari Sebelumnya
"Serangan itu terjadi di tengah negosiasi intensif antara Rusia dan Amerika Serikat,” lanjut diplomat senior tersebut, menambahkan bahwa “tindakan sembrono” Kyiv tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
Menurutnya, Moskow telah menetapkan target dan waktu serangan balasan yang akan datang.
Lavrov mengatakan serangan ini pasti akan memengaruhi proses penyelesaian perang Rusia-Ukraina, tanpa memberikan detail pasti tentang potensi perubahan posisi Rusia.
“Kami tidak bermaksud untuk menarik diri dari proses negosiasi dengan AS. Namun, mengingat kemerosotan total rezim kriminal Kyiv, yang telah beralih ke kebijakan terorisme negara, posisi negosiasi Rusia akan direvisi,” kata Lavrov.
Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan tegas membantah serangan terhadap kediaman negara Putin. Menurutnya, Moskow hanya mencari dalih untuk membahayakan kemajuan yang telah dicapai AS dan Ukraina, dan menyerang kawasan pemerintahan di Kyiv.
(mas)
Lihat Juga :