Israel Resmi Dipersenjatai Iron Beam, Peringatkan Iran Cs: Jangan Menguji Kami!
Senin, 29 Desember 2025 - 13:21 WIB
loading...
Militer Israel resmi dipersenjatai sistem pertahanan laser Iron Beam. Rezim Zionis memperingatkan Iran dan sekutunya untuk tidak menguji Israel. Foto/Rafael
A
A
A
TEL AVIV - Militer Zionis Israel sekarang resmi dipersenjatai dengan sistem pertahanan laser bertenaga tinggi Iron Beam. Rezim Zionis pun langsung mengeluarkan peringatan keras kepada musuh-musuhnya, termasuk Iran, untuk tidak mengusik negara Yahudi tersebut.
Kementerian Pertahanan telah mengumumkan transfer Iron Beam dari Rafael Advanced Defense Systems ke Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari, Menteri Pertahanan Israel Katz menggambarkan tonggak sejarah ini sebagai “peristiwa bersejarah bagi Negara Israel dan lembaga keamanannya.”
Baca Juga: Israel Siapkan Sistem Laser Iron Beam untuk Tembak Jatuh Rudal-rudal Musuh
"Iron Beam mewakili pertama kalinya di dunia sistem intersepsi laser bertenaga tinggi mencapai kematangan operasional penuh,” katanya.
Menurutnya, Iron Bean merupakan terobosan dalam teknologi pertahanan udara.
Katz menyoroti potensi sistem tersebut sebagai senjata pengubah permainan (game changer). “Iron Beam mengubah aturan main dalam mempertahankan langit kami. Sistem ini presisi, hemat biaya, dan mampu mencegat ancaman yang sulit ditangani oleh sistem konvensional—roket, mortir, drone, dan banyak lagi—dengan biaya yang jauh lebih rendah," paparnya.
Dia menambahkan peringatan tegas kepada musuh-musuh Israel. “Ini mengirimkan pesan yang jelas kepada semua musuh kami: jangan menguji kami. Keunggulan teknologi Israel dan tekad untuk melindungi warganya lebih kuat dari sebelumnya," ujarnya, seperti dikutip EurAsian Times, Senin (29/12/2025).
Iron Beam menggunakan laser bertenaga tinggi untuk mendeteksi, melacak, dan menetralisir ancaman jarak dekat dengan mengirimkan pancaran energi terfokus yang menghancurkan atau melumpuhkan proyektil yang datang di tengah penerbangan.
Sistem ini dirancang untuk melengkapi sistem pertahanan yang ada seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow.
Para pejabat Rafael mencatat bahwa unit yang dikirimkan adalah konfigurasi operasional penuh pertama, yang telah disetujui untuk diintegrasikan ke dalam jaringan pertahanan udara aktif IDF. Penyebaran diperkirakan akan dimulai secara bertahap, dengan fokus awal pada area berisiko tinggi di sepanjang perbatasan Israel.
Dalam unggahan di X, Rafael mengatakan: "Hari ini menandai era baru dalam pertahanan udara. Rafael secara resmi telah mengirimkan sistem laser Iron Beam ke IDF—pencegat laser daya tinggi operasional pertama di dunia. Iron Beam telah membuktikan dirinya dalam uji coba ekstensif, berhasil mencegat roket, mortir, dan UAV. Sekarang ia bergabung dengan susunan pertahanan berlapis Israel bersama Iron Dome, David's Sling, dan Arrow. Ini lebih dari sekadar terobosan teknologi. Ini adalah pergeseran mendasar dalam persamaan pertahanan—presisi maksimum, efisiensi superior, biaya per intersepsi yang dapat diabaikan. Dari visi menjadi kenyataan. Selamat datang di era laser."
Sistem laser Iron Beam Israel telah melakukan debut tempurnya. Pada akhir Oktober 2024, selama pertukaran intensif di sepanjang perbatasan utara, versi sementara sistem Iron Beam dengan daya lebih rendah berhasil mencegat setidaknya 40 drone Hizbullah yang diluncurkan dari Lebanon.
“Sistem Pertahanan Udara mengerahkan sistem laser di lapangan dan mencapai hasil intersepsi yang sangat tinggi yang menyelamatkan nyawa warga sipil dan melindungi aset nasional,” demikian pernyataan IDF.
“Israel adalah negara pertama di dunia yang menghadirkan kemampuan laser operasional besar-besaran untuk mencegat ancaman,” imbuh Brigadir Jenderal (Purn) Danny Gold, kepala Direktorat Penelitian dan Pengembangan Pertahanan Kementerian Pertahanan atau MAFAT.
Menjelaskan urgensi di balik integrasi Iron Beam, insinyur sistem Iron Beam yang hanya bersedia diidentifikasi sebagai "Dr Y" mengatakan, “Saya pikir ini perlu ditempatkan dalam konteksnya. 7 Oktober, semua orang bangun dan berpikir apa yang dapat mereka lakukan. Jadi setelah kami pergi mendonorkan darah, kami bertemu dan mulai berpikir, OK, apa yang dapat kita lakukan sekarang? Karena kita semua mengidentifikasi diri dengan laser, kami berkata, OK, apa yang dapat kita lakukan dengan laser?”
Letnan Kolonel Y, kepala cabang laser daya tinggi di MAFAT, mengatakan, “Iron Beam adalah sistem senjata laser daya tinggi berbasis darat, 100 kilowatt, yang pertama di dunia yang memasuki layanan operasional reguler. Sistem ini terbukti efektif dalam mencegat roket, bom mortir, dan UAV pada jarak hingga 10 kilometer.”
Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Amir Baram sebelumnya mengatakan bahwa Iron Beam pada dasarnya meletakkan dasar untuk pergeseran besar dalam cara perang dilakukan. Pada akhirnya, dia percaya medan perang di mana pun akan dipenuhi dengan sistem laser yang lebih murah ini.
Menembakkan Iron Beam biayanya hampir sama dengan menyalakan saklar lampu. Itulah mengapa ini merupakan solusi yang baik untuk masalah drone murah yang terbang rendah.
Keuntungan besar lainnya adalah operator tidak akan pernah benar-benar kehabisan. Selama perang 12 hari dengan Iran, baik AS maupun Israel melihat persediaan rudal pencegat tradisional mereka menipis secara berbahaya. Tidak ada batasan seperti itu dengan Iron Beam.
Sistem ini juga dapat menangani berbagai ancaman secara bersamaan. Pada serangan 7 Oktober 2023, Hamas mencoba membebani pertahanan udara Israel dengan meluncurkan ribuan roket dan drone sekaligus. Iron Beam akan jauh lebih siap untuk menghadapi serangan saturasi semacam itu.
Kementerian Pertahanan telah mengumumkan transfer Iron Beam dari Rafael Advanced Defense Systems ke Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari, Menteri Pertahanan Israel Katz menggambarkan tonggak sejarah ini sebagai “peristiwa bersejarah bagi Negara Israel dan lembaga keamanannya.”
Baca Juga: Israel Siapkan Sistem Laser Iron Beam untuk Tembak Jatuh Rudal-rudal Musuh
"Iron Beam mewakili pertama kalinya di dunia sistem intersepsi laser bertenaga tinggi mencapai kematangan operasional penuh,” katanya.
Menurutnya, Iron Bean merupakan terobosan dalam teknologi pertahanan udara.
Katz menyoroti potensi sistem tersebut sebagai senjata pengubah permainan (game changer). “Iron Beam mengubah aturan main dalam mempertahankan langit kami. Sistem ini presisi, hemat biaya, dan mampu mencegat ancaman yang sulit ditangani oleh sistem konvensional—roket, mortir, drone, dan banyak lagi—dengan biaya yang jauh lebih rendah," paparnya.
Dia menambahkan peringatan tegas kepada musuh-musuh Israel. “Ini mengirimkan pesan yang jelas kepada semua musuh kami: jangan menguji kami. Keunggulan teknologi Israel dan tekad untuk melindungi warganya lebih kuat dari sebelumnya," ujarnya, seperti dikutip EurAsian Times, Senin (29/12/2025).
Iron Beam menggunakan laser bertenaga tinggi untuk mendeteksi, melacak, dan menetralisir ancaman jarak dekat dengan mengirimkan pancaran energi terfokus yang menghancurkan atau melumpuhkan proyektil yang datang di tengah penerbangan.
Sistem ini dirancang untuk melengkapi sistem pertahanan yang ada seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow.
Para pejabat Rafael mencatat bahwa unit yang dikirimkan adalah konfigurasi operasional penuh pertama, yang telah disetujui untuk diintegrasikan ke dalam jaringan pertahanan udara aktif IDF. Penyebaran diperkirakan akan dimulai secara bertahap, dengan fokus awal pada area berisiko tinggi di sepanjang perbatasan Israel.
Dalam unggahan di X, Rafael mengatakan: "Hari ini menandai era baru dalam pertahanan udara. Rafael secara resmi telah mengirimkan sistem laser Iron Beam ke IDF—pencegat laser daya tinggi operasional pertama di dunia. Iron Beam telah membuktikan dirinya dalam uji coba ekstensif, berhasil mencegat roket, mortir, dan UAV. Sekarang ia bergabung dengan susunan pertahanan berlapis Israel bersama Iron Dome, David's Sling, dan Arrow. Ini lebih dari sekadar terobosan teknologi. Ini adalah pergeseran mendasar dalam persamaan pertahanan—presisi maksimum, efisiensi superior, biaya per intersepsi yang dapat diabaikan. Dari visi menjadi kenyataan. Selamat datang di era laser."
Sistem laser Iron Beam Israel telah melakukan debut tempurnya. Pada akhir Oktober 2024, selama pertukaran intensif di sepanjang perbatasan utara, versi sementara sistem Iron Beam dengan daya lebih rendah berhasil mencegat setidaknya 40 drone Hizbullah yang diluncurkan dari Lebanon.
“Sistem Pertahanan Udara mengerahkan sistem laser di lapangan dan mencapai hasil intersepsi yang sangat tinggi yang menyelamatkan nyawa warga sipil dan melindungi aset nasional,” demikian pernyataan IDF.
“Israel adalah negara pertama di dunia yang menghadirkan kemampuan laser operasional besar-besaran untuk mencegat ancaman,” imbuh Brigadir Jenderal (Purn) Danny Gold, kepala Direktorat Penelitian dan Pengembangan Pertahanan Kementerian Pertahanan atau MAFAT.
Menjelaskan urgensi di balik integrasi Iron Beam, insinyur sistem Iron Beam yang hanya bersedia diidentifikasi sebagai "Dr Y" mengatakan, “Saya pikir ini perlu ditempatkan dalam konteksnya. 7 Oktober, semua orang bangun dan berpikir apa yang dapat mereka lakukan. Jadi setelah kami pergi mendonorkan darah, kami bertemu dan mulai berpikir, OK, apa yang dapat kita lakukan sekarang? Karena kita semua mengidentifikasi diri dengan laser, kami berkata, OK, apa yang dapat kita lakukan dengan laser?”
Letnan Kolonel Y, kepala cabang laser daya tinggi di MAFAT, mengatakan, “Iron Beam adalah sistem senjata laser daya tinggi berbasis darat, 100 kilowatt, yang pertama di dunia yang memasuki layanan operasional reguler. Sistem ini terbukti efektif dalam mencegat roket, bom mortir, dan UAV pada jarak hingga 10 kilometer.”
Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Amir Baram sebelumnya mengatakan bahwa Iron Beam pada dasarnya meletakkan dasar untuk pergeseran besar dalam cara perang dilakukan. Pada akhirnya, dia percaya medan perang di mana pun akan dipenuhi dengan sistem laser yang lebih murah ini.
Menembakkan Iron Beam biayanya hampir sama dengan menyalakan saklar lampu. Itulah mengapa ini merupakan solusi yang baik untuk masalah drone murah yang terbang rendah.
Keuntungan besar lainnya adalah operator tidak akan pernah benar-benar kehabisan. Selama perang 12 hari dengan Iran, baik AS maupun Israel melihat persediaan rudal pencegat tradisional mereka menipis secara berbahaya. Tidak ada batasan seperti itu dengan Iron Beam.
Sistem ini juga dapat menangani berbagai ancaman secara bersamaan. Pada serangan 7 Oktober 2023, Hamas mencoba membebani pertahanan udara Israel dengan meluncurkan ribuan roket dan drone sekaligus. Iron Beam akan jauh lebih siap untuk menghadapi serangan saturasi semacam itu.
(mas)
Lihat Juga :