Militer Thailand Hancurkan Patung Dewa Hindu di Perbatasan Sengketa, Kamboja Marah

Kamis, 25 Desember 2025 - 09:38 WIB
loading...
Militer Thailand Hancurkan...
Militer Thailand hancurkan patung dewa Hindu di perbatasan yang disengketakan, Kamboja marah. Foto/WION
A A A
PHNOM PENH - Pemerintah Kamboja marah setelah militer Thailand menghancurkan patung Dewa Wisnu, dewa yang dihormati umat Hindu, di daerah perbatasan yang disengketakan. Ini menambah ketegangan militer kedua negara setelah bentrok lebih dari dua minggu.

Juru bicara pemerintah Kamboja di provinsi perbatasan Preah Vihear, Kim Chanpanha, menyampaikan protes keras atas tindakan militer Thailand. Patung Dewa Wisnu itu dibangun pada tahun 2014. “Berada di dalam wilayah kami di daerah An Ses,” katanya, seperti dikutip AFP, Kamis (25/12/2025).

Dia mengatakan penghancuran patung Hindu itu terjadi pada hari Senin. Lokasinya sekitar 100 meter dari perbatasan dengan Thailand.

Baca Juga: Perang Thailand-Kamboja Meluas dari Darat ke Laut, Ini Analisisnya

Pencarian Google Maps menunjukkan lokasi patung tersebut sekitar 400 meter dari garis perbatasan.

“Kami mengutuk penghancuran kuil dan patung kuno yang disembah oleh pengikut Buddha dan Hindu,” kata Chanpanha.

Juru bicara militer Thailand belum menanggapi permintaan komentar.

Konflik perbatasan yang telah berlangsung lama antara kedua negara kembali berkobar bulan ini, menewaskan lebih dari 40 orang dan menyebabkan sekitar satu juta orang mengungsi, menurut perhitungan resmi kedua negara.

Masing-masing pihak saling menyalahkan atas pemicu pertempuran baru ini, dan mereka saling tuding melakukan serangan terhadap warga sipil.

Kamboja berulang kali menuduh pasukan Thailand telah merusak reruntuhan kuil di sepanjang perbatasan selama bentrokan, dengan Bangkok mengatakan bahwa Phnom Penh menempatkan tentara di struktur batu berusia berabad-abad tersebut.

Video yang menunjukkan penghancuran patung Dewa Wisnu menggunakan alat berat beredar di halaman media sosial Thailand dan di media lokal pada hari Senin.

AFP menganalisis rekaman tersebut menggunakan alat deteksi AI, yang tidak menemukan tanda-tanda manipulasi AI.

Sebuah unggahan yang menampilkan klip video tersebut, oleh akun X pro-India, telah ditonton lebih dari 2 juta kali pada hari Rabu.

Kementerian Luar Negeri India mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, "Tindakan tidak hormat seperti itu melukai perasaan para pengikut di seluruh dunia, dan seharusnya tidak terjadi."

New Delhi menyerukan kepada pihak-pihak yang bertikai untuk kembali ke dialog dan diplomasi. "Untuk melanjutkan perdamaian dan menghindari kehilangan nyawa lebih lanjut, serta kerusakan properti dan warisan budaya," katanya.

Para pejabat Kamboja dan Thailand memulai putaran pembicaraan terbaru mereka kemarin, bertemu di pos pemeriksaan perbatasan di provinsi Chanthaburi, Thailand.

Konflik tersebut berakar dari sengketa teritorial atas demarkasi perbatasan sepanjang 800 kilometer pada era kolonial dan beberapa reruntuhan kuil kuno yang terletak di perbatasan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved