China Bakal Membangun 6 Kapal Induk dalam 10 Tahun, Persaingan dengan AS Memanas

Kamis, 25 Desember 2025 - 07:06 WIB
loading...
A A A
"Kami berasumsi Tipe 004 sedang dibangun di Dalian. Belum ada indikasi pekerjaan baru di JN," tulis analis tersebut di platform media sosial X, merujuk pada galangan kapal China—Dalian dan Jiangnan—yang masing-masing membangun Shandong dan Fujian.

"Bahkan dengan asumsi percepatan pekerjaan paralel, saya tidak yakin ini dapat dicapai," ujarnya.

Andrew Erickson, seorang profesor di US Naval War College's China Maritime Studies Institute menulis di X bahwa meskipun tujuan China untuk memperluas armada kapal induknya adalah hal besar, itu tidak berarti bahwa kesembilan kapal tersebut akan beroperasi pada tahun 2035.

Kapal induk Tipe 004 umumnya disebut sebagai kapal induk keempat China dan diharapkan menjadi kapal induk bertenaga nuklir pertama negara itu, menurut media pertahanan The War Zone. Beijing belum mengkonfirmasi pembangunan kapal induk baru.

Sebagai perbandingan, AS memiliki satu galangan kapal—yang dioperasikan oleh Newport News Shipbuilding milik Huntington Ingalls Industries di Virginia—yang mampu membangun kapal induk bertenaga nuklir. Dua kapal induk kelas Gerald R. Ford sedang dibangun secara bersamaan.

Angkatan Laut AS diwajibkan oleh undang-undangnya untuk memelihara setidaknya 11 kapal induk operasional. Berdasarkan rencana pembangunan kapal Angkatan Laut yang mencakup tahun fiskal 2025 hingga 2054, armada kapal induknya hanya akan mencakup hingga 12 kapal selama tiga tahun dalam periode 30 tahun tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved